TINJAUAN MAQASID SYARI’AH TERHADAP OBLIGASI SYARIAH (SUKUK)

Alvien Septian Haerisma(1*),


(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Abstract

 

One of the instruments offered in the capital market, namely sharia bonds (sukuk). This has become a major attraction for both corporations and governments. With the acquisition of funds through the issuance of sukuk, corporations and the government means that there will be large funds available so as to increase the financing of sharia financial institutions. The need for companies or governments to build the infrastructure and expansion of private companies, this becomes one of the options in realizing alternative funding sources for the company and economic progress nationally. These five needs are aimed at fulfilling the following objectives: (1) Dharuriyah, which is the mandatory requirement to fulfill the needs of the world and the hereafter, (2) Hajj is the need which alleviates the burden of the masyaqah (difficulties) of every human being, (3) Tahsinat, complementary needs. The purpose of this study, trying to outline the benefits of the issuance of sukuk country to the nation and state of Indonesia, also see how the view of maqasid syariah about the benefits of Islamic bonds (sukuk).

 

Keywords: Syariah Bond, Maqasid Syariah, Capital Market Instruments.

 

Abstrak

 

Salah satu instrumen yang ditawarkan di pasar modal, yaitu obligasi syariah (sukuk). Hal ini telah menjadi daya tarik utama bagi korporasi maupun pemerintah. Dengan diperolehnya dana melalui penerbitan sukuk, korporasi maupun pemerintah berarti akan tersedia dana yang besar sehingga dapat meningkatkan pembiayaan lembaga keuangan syariah. Kebutuhan perusahaan atau pemerintah guna membangun infrastruktur dan ekspansi perusahaan swasta, hal ini menjadi salah satu pilihan dalam mewujudkan sumber dana alternatif bagi perusahaan dan kemajuan ekonomi secara nasional. Kelima kebutuhan ini bertujuan memenuhi tujuan-tujuan berikut, yaitu: (1) Dharuriyah, yaitu kebutuhan wajib agar terpenuhinya kebutuhan dunia dan akhirat, (2) Hajiyat, yakni kebutuhan yang meringankan beban masyaqah (kesulitan) setiap manusia, (3) Tahsinat, ialah kebutuhan pelengkap. Tujuan dari penelitian ini, mencoba menjabarkan manfaat atas penerbitan sukuk negara bagi bangsa dan negara Indonesia, juga melihat bagaimana pandangan maqasid syariah tentang manfaat obligasi syariah (sukuk).

 

Kata Kunci: Obligasi Syariah, Maqasid Syari’ah, Instrument Pasar Modal.

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

A1-Ma’asyir asy-Syar’iyah. Hai’atu al-Muhasabah wa al-Muraja'ah li al-Muassasat al-Maliyah al-Islamiyah. Bahrain: t.t, 2010.

Afshar, Tahmoures A. “Compare and Contrast Sukuk (Islamic Bonds) with Conventional Bonds, Are they Compatible?”. The Journal of Global Business Management 9:1 (February 2013).

Al-Sheikh, Abdullah bin Muhammad bin Abdurahman bin Ishaq. Tafsir Ibnu Katsir, Juz 6. Bogor: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, 2004.

Al-Sheikh, Abdullah bin Muhammad bin Abdurahman bin Ishaq. Tafsir Ibnu Katsir, Juz 15. Bogor: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, 2004.

Anoraga, Pandji dan Piji Pakarti. Pengantar Pasar Modal (Edisi Revisi). Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2006.

Dewan Syari’ah Nasional-Majelis Ulama Indonesia, Himpunan Fatwa Dewan Syariah Nasional. Jakarta: CV. Gaung Persada, 2006.

Ghufron, Sofiniyah (ed.). Briefcase Book Edukasi Profesional Syariah: Konsep Dasar Obligasi Syariah. Jakarta: Renaisan, 2005.

Haerisma, Alvien Septian. “Pengantar Obligasi Syariah (Introduction of Islamic Bond (Sukuk)”. Jurnal Al-Amwal 2:1 (Juni 2014).

Hanefah, Mustofa Moh. et.al. “Sukuk: Global Issues and Challenges”. Journal of Legal, Ethical and Regulatory Issues 16:1 (Juni 2013).

Haron, Mohamad Sabri. “Wealth Protection in The Context of Maqasid Syariah: Malaysia’s Role ini Realizing The Concept of Economic Jihad”. Jurnal Hadhari Edisi Khas 2:2 (Desember 2017).

Hulwati. Teori dan Praktiknya dalam Perdagangan Obligasi Syari’ah di Pasar Modal Indonesia dan Malaysia. Jakarta: Ciputat Press Group, 2009.

Ibnu Quddamah. Al-Mughni, Cet. I. Beirut: Dar al-Fikr, 1985.

Iqbal, Zamir dan Abbas Mirakhor (ed). Economic Development and Islamic Finance. Washington DC: The World Bank, 2013.

Khisan, Zariatul. “Analisis kinerja perbankan syariah ditinjau dari profitabilitas dan maqasid syariah tahun 2010-2013)”. Tesis, Universitas Islam Negeri Malik Ibrahim Malang, 2015.

Lloyd, Bruce. The Role of Capital Market in Developing Countrie. Spring: The Moorgate and Wall Street, 1976.

Maftukhatusolikhah. “Mempertimbangkan Tingkat Maqasid Asy-Syari’ah dalam Penentuan Anggaran Belanja Pemerintah”. Jurnal I-Finance 1:1 (Juli 2015).

Nawawi, Ismail. Fiqih Muamalah; Klasik dan Kontemporer. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia, 2012.

Rahmat, Jalaludin. Metodologi Hukum. Jakarta: Fajar Agung, 1997.

Sahroni, Oni dan Adiwarman A. Karim. Maqasid Bisnis dan Keuangan Islam: Sistesis Fiqh dan Ekonomi. Jakarta: Rajawali Press, 2015.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2013.

Suharso, Yudi Suharso, “8 Manfaat Sukuk Negara”, dalam http://akucintakeuangansyariah.com. Diakses pada tanggal 8 Maret 2017.

Sukanto, Suerjono dan Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Singkat, Cet. 11. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2009.

Suma, Muhammad Amin. Menggali Akar Mengurai Serat Ekonomi dan Keuangan Islam. Jakarta: Kholam Publishing, 2008.

Trisnawati, Desi. “Sukuk sebagai Alternatif Investasi Syari’ah di Indonesia”. Jurnal Kajian Hukum dan Sosial JUSTICIA ISLAMICA 8:1 (Juni 2011).

UU No. 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Zin, Mohamad Zaid Moh. et.al. “The Effectiveness of Sukuk in Islamic Finance Market”, Australian Journal of Legal, Ethical and Regulatory Issues 12:5 (Oktober 2011).




DOI: 10.24235/jm.v2i2.2154

Article Metrics

Abstract view : 905 times
PDF - 529 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Al Mustashfa Indexed by:

        
Reference Management Tool


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats