KEKUATAN HUKUM AKTA DIBAWAH TANGAN YANG DISAHKAN NOTARIS SEBAGAI AKTA OTENTIK DALAM PEMBUKTIAN PERKARA PERDATA

Fachrurroji Badruttamam(1*), Juju Jumena(2), Faqiuddin Abdul Kodir(3),


(1) IAIn Syekh Nurjati Cirebon
(2) IAIN Syekh Nurjati Cirebon
(3) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Abstract

The deed under the hand that has been legalized provides certainty for the judge regarding the date and identity of the parties who entered into the agreement. The power of proof of the underhanded deed as evidence in court proceedings that is connected with the authority of the notary in legalization.  The method used this study used a descriptive qualitative approach. Technique of collecting date that is done observation, interview and documentation. From the results, First that the legal strength of the deed under the hand is not the same strength as an authentic deed, but the deed under the hand can be evidence in a civil case in court, and the power of the deed that has been legalized. in the number, date and certainty of the signatures of the parties. Second then the strength of the underhanded deed will become a strong law if a Notary who legalizes it is brought to trial to be a witness of the validity of the deed under the hand that has been legalized.

 

Keywords: Underhanded Deed, Legalization, and Proof Power

 

Abstrak

Akta di bawah tangan yang telah memperoleh legalisasi memberikan kepastian bagi hakim mengenai tanggal dan identitas dari para pihak yang mengadakan perjanjian tersebut.  Kekuatan pembuktian akta di bawah tangan sebagai alat bukti dalam proses persidangan di pengadilan yang dihubungkan dengan wewenang notaris dalam legalisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian, pertama bahwa kekuatan hukum akta di bawah tangan kekuatannya tidak sama seperti akta otentik, namun akta dibawah tangan bisa menjadi alat bukti dalam perkara perdata di pengadilan, dan kekuatan akta di bawah tangan yang telah disahkan (Legalisasi) Notaris Memiliki kekuatan dalam Nomor, tanggal, dan kepastian tanda tangan dari para pihak. Kedua maka kekuatan akta di bawah tangan akan menjadi kuat hukumnya apabila seorang Notaris yang melegalisasi tersebut dibawa ke persidangan menjadi saksi atas kebenaran akta dibawah tangan yang telah dilegalisasi nya.

 

Kata Kunci: Akta di Bawah Tangan, Legalisasi, dan Kekuatan Pembuktian


Full Text:

PDF

References


Andasasmita, Komar., Akta II Notaris dan Contoh-contoh Akta, Ikatan Notaris Indonesia, 2007.

Anshori, Abdul Ghofur. Lembaga Kenotariatan Indonesia: Perspektif Hukum dan Etika. Yogyakarta: UII Press, 2009.

Dinaryanti, Ayu Riskiana. “Tinjauan Yuridis Legalisasi Akta di Bawah Tangan Oleh Notaris”, Jurnal Ilmu Hukum Legal Opinion (2013).

HS., Salim. Teknik Pembuatan Akta Satu “Konsep Teoritis, Kewenangan Notaris Bentuk dan Minuta Akta”, Cetakan ke-1. Mataram: PT. Raja Grafindo Perasada, 2015.

Kie, Tan Thong. Studi Notariat Praktek Notaris Buku II. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 2000.

KUHPerdata.

M. Natsir Aswani, Hukum Pembuktian Perkara Perdata di Indonesia. Yogyakarta: Kanisius, 2013.

M. Yahya Harahap, Hukum Acara Perdata. Bandung: Sinar Grafik, 2005.

Mertokusumo, Sudikno. Hukum Acara Perdata di Indonesia, http://www.kaskus.co.id/thread/51d05ae51ed719d814000002/undang-undang-nomor-30-tahun-2004-tentang-jabatan-notaris/.

Moleong, Lexy J. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2014.

Rachman, Sjaifur. Aspek Pertanggungjawaban Notaris dalam Pembuatan Akta. Surabaya: Bandar Maju, 2011.

Ramantini, Putu Mas Maya. “Tanggung Jawab Notaris dalam Pembuatan Minuta Akta yang Dibuat Berdasarkan Keterangan Palsu oleh Para Pihak”, Tesis. Denpasar: Fakultas Hukum Universitas Udayana, 2014.

Setiawan, Bagus Noor Adi. “Kekuatan Mengikatnya Pembuktian Akta di Bawah Tangan dalam Pemeriksaan Perkara Perdata”, Skripsi. Surakarta: Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2014.

Subekti. Pembuktian dan Daluwarsa. Jakarta: Intermasa, 1986.

Sugiono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2012.

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris.




DOI: http://dx.doi.org/10.24235/jm.v4i1.4302

Article Metrics

Abstract view : 4 times
PDF - 1 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Al Mustashfa Indexed by:

        
Reference Management Tool


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats