Hambatan dan Harapan Pemartabatan Bahasa Indonesia

Mohamad Jazeri(1*), Siti Zumrotul Maulida(2),


(1) IAIN Tulungagung
(2) IAIN Tulungagung
(*) Corresponding Author

Abstract


This article aims to explain the phenomena of dignifying the Indonesian language between obstacles from Indonesian people and hopes from people of other countries to learn and use the Indonesian language. Based on my prolong observation, I find that people of Indonesia nowadays are lack of pride and loyalty to use The Indonesian language. On the other hand, the number of foreigners who are interested in learning the Indonesian language is highly rocketed. In our country, we face some phenomena of using The Indonesian language with lack of pride and loyalty. Language pride is the pride of Indonesian people to use Indonesian language pride, while language loyalty is the wish to use and maintain the Indonesian language from interference and extinction. The hopes from outside are the increasing number of foreigners who learn the Indonesian language for many purposes. It is proved by, first, the Indonesian language is now promoted as an official language of ASEAN countries. Second, the Indonesian language is learned in some universities in foreign countries. Third, in line with the strategic position of Indonesia in global communication, politically, economically, and culturally, the need of Indonesian Language Teaching for Foreigner (BIPA) is rapidly increasing.

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena yang terjadi dalam pemartabatan bahasa Indonesia, yakni hambatan yang terjadi di dalam negeri dan harapan dari luar negeri. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kebanggaan dan loyalitas warga negara Indonesia terhadap bahasa Indonesia masih rendah. Di sisi lain, bangsa lain semakin banyak yang tertarik mempelajari bahasa Indonesia. Hambatan yang dihadapi di dalam negeri adalah kurangnya kebanggaan terhadap bahasa Indonesia dan rendahnya loyalitas terhadap bahasa Indonesia. Kebanggaan terhadap bahasa Indonesia adalah rasa bangga menggunakan bahasa Indonesia. Sementara loyalitas terhadap bahasa Indonesia merupakan keinginan bangsa Indonesia untuk memelihara dan mempertahankan bahasa Indonesia serta mencegahnya dari pengaruh dan interferensi dari bahasa lain. Adapun harapan dari luar negeri adalah semakin tingginya minat orang asing untuk mempelajari bahasa Indonesia dengan berbagai alasan. Hal ini dapat dilihat dari pertama, bahasa Indonesia dipromosikan sebagai bahasa resmi ASEAN. Kedua,bahasa Indonesia dipelajari di beberapa perguruan tinggi di luar negeri. Ketiga, seiring dengan posisi strategis Indonesia di percaturan dunia, secara politik, ekonomi, dan budaya, permintaan layanan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) meningkat dengan cepat.


Keywords


BIPA, foreigner, Indonesian, language, strategic

Full Text:

PDF

References


Fishman, J. A. (1972). Language and Sociocultural Change. California: Academic Press.

Hasanah, I., dkk. (2015). Fenomena Penggunaan Bahasa Asing dalam Penamaan Bisnis Kuliner di Kawasan Soekarno Hatta Kota Malang. Jurnal Lingkar Widyaswara.

Kadarisman, A. E. (2016). Local Wisdom with Universal Appeal: Dynamic of Indonesian Culture in Asean Context. Seminar Internasional LSCAC. Malang: Universitas Negeri Malang.

Mayuko, H. (2017). Materi dalam Pengajaran Bahasa Indonesia di Universitas di Jepang dan Tindakan Lanjutannya. Makalah disampaikan di Simposium Internasional BIPA di Jogjakarta, 23-14 Agustus 2017.

Miles, M. B. & Huberman, A. M. (1992). Analisis Data Kualitatif. (terj. Tjejep Rohendi Rohidi). Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Mulyaningsih, I. (2017). Sikap Mahasiswa terhadap Bahasa Indonesia. Indonesian Language Education and Literature, 3(1), 79 – 87. DOI: http://dx.doi.org/10.24235/ileal.v3i1.1525.

Sammeng, A. M. (1995). Pengajaran Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Asing serta Peranannya. Makalah disampaikan dalam Konggres BIPA 1995 Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Sumarsono. (2014). Sosiolinguistik. Yogyakarta: Penerbit SABDA bekerjasama dengan Pustaka Pelajar.

Sujana, I. M. (2012). Program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA): Peluang, Tantangan, dan Solusi. Makalah disampaikan pada Seminar Internasional “Menimang Bahasa Membangun Bangsa” di FKIP Universitas Mataram. 5-6 September 2012.

Susanto, G. & Rofiuddin, A. (2015). Peta Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing dan Peluang Bahasa Indonesia sebagai Bahasa resmi ASEAN. Makalah Seminar Internasional bahasa Nusantara sebagai Pemecah Masalah Globalisasi. Jurusan Bahasa Melayu, Fakulti Sains Kemanusiaan dan Sosial, Universiti Rajabath. Yala: Thailand.

Sumarsono. (2014). Sosiolinguistik. Yogyakarta: Penerbit SABDA bekerja sama dengan Pustaka Pelajar.

Suyitno, I. (2007). Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) berdasarkan Hasil Analisis Kebutuhan Belajar. Wacana, Journal of the Humanities of Indonesia, 9 (1), 62. https://doi.org/10.17510/wjhi.v9i1.223

Tuan, N. T. (2017). Pengajaran Bahasa Indonesia dan Permasalahan terhadap Bahan Ajar di Vietnam. Makalah disampaikan di Simposium Internasional BIPA di Jogjakarta, 23-14 Agustus 2017.

Wijana, P. & Rohmadi, M. (2013). Sosiolinguistik; Kajian Teori dan Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Wicaksono, A. (2016). Tantangan BIPA pada Era MEA. Gagasan, Solo Pos, 15 Maret 2016 diakses di http://www.iain-surakarta.ac.id.

Wieke, G. (2009). Bahasa Indolish. Kompas, 24 November 2009 diakses di https://rubrikbahasa.wordpress.com/2009/11/24/bahasa-indolish/




DOI: http://dx.doi.org/10.24235/ileal.v4i1.2493

Article Metrics

Abstract view : 20 times
PDF - 8 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

View My Stats

Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Lantai 2

Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

IAIN Syekh Nurjati

Jalan Perjuangan By Pass Sunyaragi Cirebon 45132

Telp. 089667890219

Email: [email protected]