Campur Kode Pada Transaksi Lego Tuneeca New N Preloved

Denik Wirawati(1*),


(1) Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


This article aims to 1) describe the type of code mix in the Tuneeca transaction in the Lego Tuneeca New N Preloved 2 group) describing the relationship of mixed code to the Tuneeca transaction in the Lego Tuneeca New N Preloved group with sociolinguistic teaching material. This study used the descriptive qualitative method. Data is obtained by reading notes. The results of the study of reading conversations at Lego Tuneeca New N Preloved group are types of code mixes which are mixed code into a number of twelve, out a number of thirty-four, and mixed codes of eleven data. The form of mixed code has a mixed code of thirty-five words, thirty-seven phrases, two-sentence sentences, and no clause code mixed form in this study. The mixed code research on the Lego Tuneeca New N Preloved transaction can be used as an additional sociolinguistic teaching material specifically in the problem chapter of bilingualism in the form of code-mixing. From this research can be taken as an example of sociolinguistic learning material in the form of a two-way code mix, namely classification of types and forms of mixed code.


Pada kegiatan transaksi, bahasa masih menjadi peranan penting dalam berkomunikasi antara penjual dan pembeli. Komunikasi verbal yang digunakan dalam kegiatan transaksi online umumnya berupa tulisan. Artikel ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan jenis campur kode pada transaksi Tuneeca dalam grup Lego Tuneeca New N Preloved 2) mendeskripsikan kaitannya campur kode pada transaksi Tuneeca dalam grup Lego Tuneeca New N Preloved dengan bahan ajar sosiolinguistik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan cara teknik baca dan catat. Hasil penelitian dari membaca percakapan di grop Lego Tuneeca New N Preloved terdapat jenis campur kode, yaitu: campur kode ke dalam sejumlah dua belas, campur kode ke luar sejumlah tiga puluh empat, dan campur kode campuran sejumlah sebelas data. Bentuk campur kode terdapat campur kode pada tataran kata sejumlah tiga puluh lima, tataran frasa sejumlah tiga puluh tujuh, tataran kalimat sejumlah dua, dan tidak ditemukan bentuk campur kode pada tataran klausa dalam penelitian ini. Penelitian campur kode pada transaksi Lego Tuneeca New N Preloved dapat digunakan sebagai tambahan bahan ajar sosiolinguistik khususnya pada bab permasalahan bilingualisme yang berupa campur kode. Hasil dari penelitian tersebut dapat dijadikan sebagai contoh materi pembelajaran sosiolinguistik berupa campur kode dua hal, yaitu: klasifikasi jenis dan bentuk campur kode.


Keywords


Lego Tuneeca New N; Preloved; mix code; sociolinguistic; transaction

Full Text:

PDF

References


Adil, M. (2018). Campur Kode Bahasa Dampelas dalam Percakapan Bahasa Indonesia di Kalangan Masyarakat Desa Talaga Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala. Jurnal Bahasa dan Sastra, 3(3), 1-8.

Alfianata, D., Sulissusiawan, A., & Amir, A. (2014). Register Jual Beli di Pasar Tradisional Flamboyan (Kajian Sosiolinguistik). Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 3(9), 1-11.

Aslinda & Syafyahya, L. (2007). Pengantar Sosiolinguistik. Bandung: PT. Refika Aditama.

Bagus, I. (2008). Kajian Morfologi (Bentuk Derivasional dan Infleksional). Bandung: Refika Aditama.

Chaer, A. & Agustina, L. (2004). Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Fitriani, Y., Rahayu, N., & Wulandari, C. (2017). Bahasa Pedagang Ikan di Pasar Panorama Bengkulu (Kajian Sosiolinguistik). Jurnal Korpus, 1(1), 118-131.

Fithriyah, N. (2013). Variasi Bahasa Pada Dialog Film Red Cobex: Kajian Sosiolinguistik. Skriptorium, 1(2), 78-90.

Jamil, T.M. & Wirduna. (2017). Penggunaan Bahasa Campur Kode dalam Rapat Resmi Dewan Perwakilan Rakyat Aceh. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana (SNP) Unsyiah 2017, April 13, 2017, Banda Aceh, Indonesia, B190-B198.

Kholiq, A., Roekhan, & Sunaryo. (2013). Campur Kode Pada Naskah Pidato Presiden Republik Indonesia Bapak Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono. JPBSIOnline, 1(1), 1-11.

Marni, W. O. (2016). Campur Kode dan Alih Kode dalam Peristiwa Jual Beli di Pasar Labuan Tobelo Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara. Jurnal Bastra, 2(1), 1-15.

Moleong, L. J. (2005). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Mustakim, Saman, S., & Salem, L. (2014). Analisis Campur Kode dalam Novel Ibuk Karya Iwan Setyawan. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 3(8), 1-15.

Mustikawati, D.A. (2015). Alih Kode dan Campur Kode antara Penjual dan Pembeli (Analisis Pembelajaran Berbahasa melalui Studi Sosiolinguistik). Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran, 3(2), 23-32.

Purwanda, H., Rijal, S., & Purwanti. (2018). Campur Kode dalam Acara Kenduri di Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan Palaran Kota Samarinda: Kajian Sosiolinguistik. Jurnal Ilmu Budaya, 2(4), 313-326.

Suandi, I. N. (2014). Sosiolinguistik. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Thesa, K. (2017). Penggunaan Alih Kode dalam Percakapan Pada Jaringan Whatsapp oleh Mahasiswa KNB yang Berkuliah di Universitas Sebelas Maret. Prasasti: Journal of Linguistics, 2(1), 89-101.

Wahyuni, D. (2014). Kajian Sosiolinguistik Pada Stiker Kendaraan Bermotor Roda Dua di Kota Bandung. Bahtera Sastra: Antologi Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(2), 1-8.

Yulianti, A. I. (2015). Campur Kode Bahasa Dayak Ngaju dan Bahasa Indonesia Pada Kicauan Twitter Remaja di Palangkaraya. Kandai, 11(1), 15-28.




DOI: 10.24235/ileal.v4i2.3305

Article Metrics

Abstract view : 94 times
PDF - 48 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Lihat Statistik Jurnal

View MyStat

Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Lantai 2
Jurusan Tadris Bahasa Indonesia, IAIN Syekh Nurjati
Jalan Perjuangan By Pass Sunyaragi Cirebon 45132
Telp. 089667890219
Email: jileal@syekhnurjati.ac.id