Penerapan Pembelajaran Berbasis Sains Budaya Lokal Ngarot Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Pada Konsep Plantae (Studi Eksperimen Kelas X di SMA N 1 Lohbener)

Fatihatul Qolbi(1*), Kartimi Kartimi(2), Evi Roviati(3),


(1) 
(2) 
(3) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Pembelajaran berbasis sains budaya lokal sangat penting dilakukan untuk memberikan wawasan pembelajaran secara kontekstual dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis karena pembelajaran ini mengaitkan antara budaya lokal yang sudah ada dengan pengetahuan sains yang sudah dimiliki oleh siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji (1) perbedaan peningkatan aktivitas siswa yang menerapkan pembelajaran berbasis sains budaya lokal, (2) perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa, dan (3) respon siswa terhadap pembelajaran berbasisi sains budaya lokal. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) aktivitas belajar siswa yang menerapkan pembelajaran berbasis sains budaya lokal Ngarot lebih besar. (2) keterampilan berpikir kritis (KBK) siswa menunjukkan peningkatan N-Gain dengan kategori kuat. Hasil statistik menunjukkan bahwa nilai Sig 0.000 < 0.05 artinya Ho ditolak dan Ha diterima, dengan demikian terdapat perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis yang signifikan antara siswa yang diajar dengan pembelajaran berbasis sains budaya lokal dengan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. (3) presentase rata-rata angket respon siswa secara keseluruhan sebesar 97,50% dengan kriteria kuat, artinya siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran berbasis sains budaya lokal Ngarot. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa kelas yang diajar dengan pembelajaran sains lokal jauh lebih baik bila dibandingkan dengan kelas yang menggunakan metode konvensional, terdapat peningkatan keterampilan berpikir kritis yang signifikan antara kelas yang menggunakan pembelajaran berbasis sains budaya lokal dengan kelas yang menggunakan metode konvensional dan siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran biologi berbasis sains budaya lokal.

Kata Kunci : Pembelajaran berbasis sains budaya lokal, Ngarot, keterampilan berpikir kritis


Full Text:

PDF

References


Amalia,Y. 2014. Penerapan pembelajaranberbasis sains Keunggulan lokal kerajinan batikUntuk meningkatkan hasil belajar siswaPada sub-pokok bahasan tumbuhan berbijiDi kelas x Sma Negeri 1 Jamblang.IAIN SNJ Cirebon: Tidak diterbitkan

Arikunto, S. 2012. Prosedur Penelitian.Jakarta : Rhineka Cipta.

Aripin, Ipin. 2013. Modul Pelatihan Teknik Pengolahan Data dengan Excel & SPSS. Cirebon : tidak diterbitkan

Arthur, L.Costa.1988. Develoving Minds ( A Reseurce Book for Teaching Thinking). Alexandria : association for supervision and curriculum development.

Aryono. 2013. Penerapan pembelajaran berbasis sains budaya lokal ngarambet Untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa Pada konsep ekosistem di kelas x Sma negeri 1 cilimus kuningan. IAIN SNJ Cirebon: Tidak diterbitkan

Asmani, Jamal Ma’mur. 2012. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal. Yogyakarta: DIVA Press

Azra, Azyumardi. 2008. Kajian Tematik Al-Quran Tentang Kontruksi Sosial.Bandung : Angkasa

Budi, Kartika, F.Y. 1998. Pembelajaran Fisika yang Humanistis, dalam Pendidikan Sains yang Humanistis, ed. Oleh Sumaji. Yogyakarta: Kanasius

Djulia, dkk. 2002. The Role of Local Culture In Science Acquisition. IndonesiaUniversity of Education [diakses di http://www.recsam.edu.my pada tanggal 21Juli 2016]

Edward. 2009. Pengelolaan Data Statistik Dengan SPSS 16.0.Jakarta : Salemba Infotek

Ennis, R. H. 1996. Critical Thinking. New Jersey. Prentice-Hall Inc.[diakses 26 Mei 2016]

Erman.Har.2013. Karakter Budaya Sains Asli dan Karakter Budaya Sains Modern pada Pelajar Sekolah Menengah Atas di Sumatera Barat, Indonesia. SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan. dalam http:// sce6937-01.fsu.edu/erman.html [diakses 10 Agustus 2015].

Fisher, Alec. 2008. Berfikir Kritis Sebuah Pengantar. Jakarta: Erlangga

Hamalik, Oemar. 2013. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Bumi Aksara

Hamiddah. 2011. Kontribusi Tradisi Lokal Terhadap Solidaritas Masyarakat (Studi Kasusu Di Desa Lelea Indramayu). UIN Syarif Hidayatullah Jakarta : Tidak diterbitkan

Iakovos, T. 2011. Critical and Creative Thinking in the English Language Classroom.International Journal of Humanities and Social Science.Vol 1, No 8.[diakses pada 26 juli 2016]

Ibrahim, Sudjana dan Nana. 2004. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: SinarBaru Algisindo

Kartono, dkk.2010. Penelusuran Budaya dan Teknologi Lokal dalam Rangka Rekonstruksi dan Pengembangan Sains di Sekolah Dasar. Penelusuran Budayadan Teknologi Lokal. Universitas Tanjungpura [diakses dihttp://jurnal.untan.ac.id pada tanggal 27 April 2014]

Kebung, Konrad. 2011. Filsafat Berfikir Orang Timur. Jakarta: Prestasi Pustaka Raya

Kumara, Amitya. 2004. Model Pembelajaran “Active Learning” Mata Pelajaran Sains Tingkat Sd Kota Yogyakarta Sebagai Upaya Peningkatan “Life Skills”. Yogyakarta: Jurnal Psikologi2004, NO. 2, 63 – 91Universitas Gadjah Mada(diakses pada hari selasa 18 juli 2016 )

Kuswana, W,S. 2012. Taksonomi Kognitif. Bandung: Remaja Rosdakarya

Mahfud, choirul. 2011. Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Pustaka Belajar

Maryanti,S. 2011. Pembelajaran superkelas pisces berbantuan praktikum virtual dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan sikap ilmiah mahasiswa. Bandung :Tesis Universitas Pendidikan Indonesia.

Meltzer, D,E. 2002. The Relationship Between Mathematict Preparation and Conceptual Learning Gains in Physics : A Possible “Hidden Variabel” in Diagnostic Pretes Score. www.physicseducation.net/docs /Addendum_on_normalized_gain.pdf. [25 januari 2015]

Nasution.2010. Kurikulum dan pengajaran.Jakarta : Bumi aksara

Nurmala, dkk. 2012. Pengantar ilmu pertanian. Jakarta : Graha Ilmu

Putra, Sitiatava Rizema. 2013. Desain Belajar Mengajar Kretaif Berbasis Sains. Yogyakarta; DIVA Press

Ridwan. 2011. Dasar-dasar statistic. Bandung: Alphabeta

Rosidah,I. 2014. Penerapan Pembelajaran Berbasis Sains Budaya Lokal Ngahuma Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Pada Konsep Ekosistem di Kelas X MAN Rajagaluh. IAIN SNJ Cirebon: Tidak diterbitkan

Sadullah, Uyoh. 2008.Pengentar Filsafat Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Saifuddin. 2012. Pengelolaan pembelajaran. Cirebon: IAIN SNJ Cirebon perss

Saifullah, M. 2015. Penerapan pembelajaran berbasisSains budaya lokal nadran untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada konsep klasifikasi makhluk hidup di kelas xMan buntet Cirebon.IAIN SNJ Cirebon: Tidak diterbitkan

Saifullah,M. 2015.Penerapan Pembelajaran Berbasis Sains Budaya Lokal Nadran untuk Meningkatan Berpikir Kritis Siswa Pada Konsep Klasifikasi Makhluk Hidup Di Kelas X MAN Buntet Cirebon. IAIN SNJ Cirebon: Tidak diterbitkan

Snively, G. & J. Corsiglia. (2001). Discovering Indigenous Science: Implications for Science Education dalam Science Education, Vol.85(1), hlm.7-34. [diakses di http:// sce6737-01.fsu.edu/erman.html pada tanggal 21 Juli 2016]

Suastra, I W. 2011.Efektivitas model pembelajaran berbasis Sains Budaya

Lokal untuk mengembangkan kompetensi dasar sains dan nilai kearifan local di SMP. Lembaga penelitian Undiksha

___________. 2003. MerekonstruksiSainsAsli(IndigenousScience)dalamRangka Mengembangkan Pendidikan Sains Berbasis Budaya Lokal di Sekolah (Studi Etnosains pada Masyarakat Penglipuran Bali). Disertasi Tidak Dipublikasikan. Bandung: UPI

___________. 2005. Merekonstruksi Sains Asli(IndigenousScience) dalam Rangka Mengembangkan Pendidikan Sains Berbasis Budaya Lokaldi Sekolah (Studi Etnosainspada Masyarakat Pengli puran Bali).Disertasi Tidak Dipublikasikan.Bandung: UPI

Sugiono. 2010. Metode penelitian pendidikan (Pendekatan kuatintatif, kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta

Sukardi. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi Dan Prakteknya. Bandung : Pustaka Setia.

Sumarmo, U. (2002). Alternatif Pembelajaran Biologi untuk Mendukung PelaksanaanKurikulum Berbasis Kompetensi. Makalah pada Seminar Tingkat Nasional FPMIPAUPI. Banung: Tidak dipublikasikan

Sunaryo,wowo. 2011. Taksonomi Berpikir.Bandung : Rosda Karya

Susilo, A.B. 2012. Model Pembelajaran IPA Berbasis Masalah UntukMeningkatkan Motivasi Belajar Dan Berpikir KritisSiswa SMP. Semarang: JURNAL FMIPA UNNES

Trianto.2010.Model Pembalajaran Terpadu. Jakarta: Bumi aksara

Wahidin. 2006. Metode pendidikan pengetahuan alam. Bandung: Sangga Buana

Wahyu.2009. Kerifan Local Petani Dayak Bakumpai Dalam Pengelolaan Padi Di Lahan Rawa Pasang Surut Kabupaten Barito Kuala. Banjarmasin: Universitas Lambung Mangkurat

Wahyudi, Imam. 2012. Pengembangan Pendidikan. Jakarta: Prestasi Pustaka

Wahyuningsih,V. 2014. Pembelajaran Berbasis Sains Budaya Lokal Obat Tradisional pada Konsep Plantae untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas X di SMA Negeri 1Sumber. IAIN SNJ Cirebon: Tidak diterbitkan

Warsono & hariyanto. 2012. Pembelajaran Aktif. Bandung: Remaja Rosdakarya

Widagho, Djoko.2008. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : PT. Bumi Aksara

Winaryati, Eny. 2010. Sinergitas Pemberdayaan Rembang. Wacana Lokal. Suara Merdeka




DOI: 10.24235/sc.educatia.v5i2.958

Article Metrics

Abstract view : 1051 times
PDF - 659 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Scientiae Educatia indexed by:

This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. 

Creative Commons License
This work is licensed under a 
Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Stat Counter (Link)