Islam dan Demokrasi : Kebebasan dan Hak Asasi dalam Pandangan Racid Ghannoushi

Hasbiyallah Hasbiyallah(1*),


(1) IAIN Syekh Nurjati Cirebon
(*) Corresponding Author

Abstract


ABSTRAK

Tunisia merupakan sebuah negara yang berhasil meraih kemerdekaan dari Prancis pada tahun 1954. Kultur budaya yang ada di Tunisia memang sangat kental dengan budaya Islam Arab, dan bahkan mampu memberi pengaruh signifikan bagi politik di Tunisia. Pengaruh tersebut selanjutnya mendapat respon beragam dari para tokoh pemimpin negara itu, dimulai dari masa kepemimpinan Bourguiba yang dianggap otoriter oleh rakyat Tunisia yang kemudian dikudeta oleh Ben Ali tahun 1989. Oleh kerena itu, banyak kalangan menyayangkan serta berupaya untuk mengantisipasi hilangknya nilai-nilai luhur tersebut dengan menggaungkan demokrasi sebagai wadah kebebasan dan terjaminnya hak asasi manusia, salah satu tokoh tersebut adalah Rachid Ghannoushi yang senantiasa memperjuangkan tumbuhnnya nilai-nilai kebebasan dan hak asasi manusia bagi segenap rakyat Tunisia.

Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian pustaka (library research) yang bersifat deskriptif-analitik-kualitatif. Ruang lingkup penelitian dibatasi pada demokrasi pandangan Ghannoushi sebagai objek penelitian serta kebebasan dan hak asasi manusia sebagai unit analisis. Sedangkan metode pengumpulan data dilakukan dengan penelahaan bahan-bahan pustaka baik yang terdiri dari bahan-bahan yang bersifat primer maupun sekunder, dan metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis dari Miles dan Huberman, serta tahap-tahap penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode Bogdan, yaitu tahap pra lapangan, tahab kegiatan, dan tahap analisis data.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan Ghannoushi terhadap demokrasi begitu kuat. Ia berpendapat bahwa demokrasi selalu mengutamakan hak asasi, kebebasan dan keadilan tidak bertentangan dengan syariat Islam, bahkan demokrasi seiring dengan tuntutan Maqasid Syari’ah. Ghannoushi melihat demokrasi itu sebagai sesuatu yang progresif dan dinamis sebagai sistem yang berpangkal kepada kuasa rakyat (rakyat adalah sumber kekuasaan) untuk menjamin hak-hak dan kebebasan.

 

Kata Kunci: Rachid Ghannoushi, Demokrasi, Kebebasan, Hak Asasi Manusia.

 


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Ahmed. O. Altwajri, Islam Barat dan Kebebasan Akademis, Penerjemah Mujib, ed., Musyafak Maimun, (Yogyakarta: Titian Ilahi, 1997), Cet I

Ahmad Daudy, Kuliah Filsafat Islam, (Jakarta: Bulan Bintang, 1986)

Aisyiah Binti Syati, Manusia dalam Perspektif Al-Qur’an, Alih Bahasa Ali Zawawi, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1999)

Abbas Mahmud al-Aqqad, al-Dîmuqrâthîyyah fî al-Islâm, (Kairo: Dar el-Ma’arif, cet. I, 1971)

Abu Ja’far Muhammad ibn Jarir al-Thabari, Tafsîr al-Thabarîy, Jâmi’ al-Bayân ‘an Ta`wîl Âyi al-Qurân, terj. Muhammad Syakir, (Kairo: Dar el-Ma’arif)

Abdul Ghany Bin Muhammad bin Ibrahim Ar-Rahhal, Al-Islamiyun wa Sarabud-Dimuqrathiyah, terjemahan Kathur Suhardi, (Bandung: DeA Press, 1999).

....................., Bin Muhammad Ar-Rahhal ,FenomenaDemokrasi : StudiAnalisisPerpolitikanDunia Islam ( Jakarta : Dea Press, 2000 )

Abdulkarim, Pendidikan Kewarganegaraan: Membangun Warga Negara yang Demokratis, (Jakarta: PT Grafindo Media Pratama, 1999)

Budi Munawar, Rahman, Kontekstualisasi Doktrin Islam dalam Sejarah, (Jakarta: Paramadina, 1995)

Dede Rosyada Dkk, Pendidikan Kewarganegaraan :Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani ( Jakarta : Kencana, 2003 )

Departemen Kebudayaan dan pendidikan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, ( Jakart : Balai Pustaka, 1993)

David Little, John Kelsey dan Abdul Aziz Sachedina, Kajian Lintas Kultural Islam Barat: Kebebasan Agama dan Hak-Hak Azasi Manusia, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1997)

Dustur al-Jumhuriyah at-Tunisiyah, Pasal 1 hlm. 3.

Edward Montimer ,Islam dan Kekuasaan ( Bandung : Mizan , 1984 )

FazlurRahman, Islam, ( Bandung : Pustaka, 1984 )

John O. Voll, “Sultans, Saints and Presidents: The Islamic Community and theState in North Africa ”, dalam John P. Entelis, (ed.), Islam, Democracy, and the State in North Africa,(Indiana: Indiana University Press, 1997)

JohnL. Esposito, Islamand Democracy, terj. Rahmani Astuti dengan judul Demokratisasi di Negara-negara Muslim:Problem dan Praktek.(Bandung :Mizan, 1999)

.....................andJhon O. Voll, Tokoh Kunci Gerakan Islam Kontemporer, terj. Sugeng Hariantodkk, cet. ke-1(Jakarta: PT. Raja GrafindoPersada, 2002)

Khaled Abou el-Fadl, Islam dan Tantangan Demokrasi, terj. Gifta Ayu Rahmani dan Ruslani, (Jakarta: Ufuk Press, 2004)

Katsir Ibn, Tafsîr al-Qur`ân al-‘Azhîm, Jilid 4

Mustafa Kamal Washfi, al-Mulkîyyahfî al-Islâm

Moh.Kusnardi, PengantarHukum Tata Negaara Indonesia, PusatStudiHukun Tata Negara, (Jakarta: CV Seminar Bakti, 1976)

Muhdin Zuhri, Transformasi Agama Dalam Pergerakan HAM Era Transisi, (Jakarta: CV,Citra Total Estetik, 2002)

Mun’im A. Sirry, Dilema Islam Dilema Demokrasi, (Bekasi: PT. Gugus Press, 2002)

Miriam Budiardjo, Demokrasi di Indonesia, Demokrasi Parlementer dan Demokrasi Pancasila, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1976)

Majdi Abdul Mu’thi, RachidGannoushi: al-Nahdhah al-Islamiyah fi Tunis, (Mesir: al-Dar al-Dzahabiyah, 2012)

Muhammad Imarah, Islam dan Keamanan Sosial, (Jakarta :GemaInsani Press 1999)

Muhammad Ngajenan, Drs, Kamus Etimologi Bahasa Indonesia, Dahara Prize, Yogyakarta, 1986

M. IqbalHasan, Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian Dan Aplikasinya,(Jakarta: Ghalia Indonesia, 2002 )

NicoSyukurDister OFM, Dr,FilsafatKebebasan, (Yogyakarta, Kanisius 1998)

Nurdiaman, Pendidikan Kewarganegaraan: Kecakapan Berbangsa dan Bernegara, (Jakarta: PT Grafindo Media Pratama, 1999)

MaskyuriAbdillah, Demokrasi di PersimpanganMakna :ResponIntelektual MuslimIndonesia Terhadap Konsep Demokrasi, (Yogyakarta: Tiarawacana, 1999)

Machasin, Menyelami Kebebasan Manusia, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996)

M. Hasyim Kamali, Kebebasan Berpendapat dalam Islam, Alih Bahasa Efa. Y.Nu’mandan Fatiyah Basri, (Bandung: Mizan, 1996), hlm 225

Madjid Khudari, Teologi Keadilan Perspektif Islam, (Surabaya: Risalah Gusti, 1999)

RachidGannoushi, al-Harakah al-Islamiyah fi Tunis, (Tunis: Dar al-Mujtahid, 2011)

............................., Min Tajribah al-Harkah al-Islamiyah fi Tunis, ( Tunis : Dar al- Mujtahid, 2011 )

Syekh Syaukat Hussain, Hak Asasi Manusia dalam Islam ( Jakarta : GemaInsani Press, 1996)

Sukron Kamil, Islam dan Demokrasi: Telaah Konseptual dan Historis. (Jakarta: Gaya MediaPratama,2002)

Journal

ArezkiDaoud, “Opposition Parties in Tunisia at the Eve of the Elections.” North Africa Journal,no. 66, September 30, 1999. At http://www.north-africa.com/archives/docs/093099A.htm

Bayat, Asef, Islam and Democracy: What is the Real Question? Amsterdam: Amsterdam University Press, 2010.

NurcholisMadjid, Islam danPolitik: SuatuTinjauanAtasPrinsip-prinsipHukumdankeadilan, JurnalPemikiran Islam Paramadina, Vol 1 No 1, (Jakarta : Paramadina, 1998)

Stephen J. King, Liberalization against Democracy”

Rachid Gannoushi, “Secularism in the Arab Maghreb,” dalam Islam and Secularisme in the Middle East, (New York: New York University Press, 1999)

Media

Mohamad Guntur Romli dalam www.internasional.kompas.com “Islam Politik di Tunisia”.

Radwan Masmoudi dalam artikelnya yang berjudul Islam dan Demokrasi Tidak Bertentangan di Tunisia, lihat www.commongroundnews.org




DOI: 10.24235/tamaddun.v7i1.4502

Article Metrics

Abstract view : 45 times
PDF - 20 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Tamaddun indexed by:

This journal provides immediate pen access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License View My Stats