MERAWAT SIKAP SOPAN SANTUN DALAM LINGKUNGAN PENDIDIKAN

Iwan Iwan(1*),


(1) IAIN Syekh NUrjati Cirebon
(*) Corresponding Author

Abstract


Salah satu pendidikan karakter yang terdapat di sekolah adalah terjalinnya sikap sopan santun yang dilakukan oleh siswa kepada lingkungan sekitarnya di sekolah. Indonesia telah dikenal luas di mata dunia dengan budaya yang menjunjung tinggi keramahan dan sopan santun. Nilai budaya dan karakteristik masyarakat Indonesia yang sangat menjunjung tinggi persaudaraan, saling menghormati dan menghargai orang lain sangat kental. Beberapa tahun terakhir budaya keramahan dan sopan santun di Indonesia mengalami penurunan.

Internalisasi sebagai upaya atau proses memasukan pengetahuan (knowing) dan keterampilan melaksanakan (doing) itu ke dalam pribadi. Sopan santun adalah aktivitas seseorang yang dapat diamati oleh orang lain atau instrument penelitian terhadap suatu perangsang atau situasi yang dihadapi berkaitan dengan hubungan kemasyarakatan, meliputi menghormati guru/orang yang lebih tua dari kita, tolong menolong, husnudzon dan menghargai orang lain, perilaku sopan santun merupakan cerminan dari akhlak mahmudah (akhlak yang baik).

Proses merawat inilai-nilai sopan santun di lingkungan pendidikan  mempunyai beberapa prosedur, mekanisme, rangkaian kegiatan, urutan pelaksanaan, desain, ruang dan waktu, yang dilakukan secara terus menerus. Untuk menciptakan situasi belajar yang akan mengembangkan pengalaman siswa, maka kegiatan pembelajaran berupa ekstrakurikuler keagamaan yang dilaksanakan terdiri dari : 1) Shalat sunat Dhuha secara berjama’ah. 2) Membaca surat Yasin. 3) Melaksanakan latihan khitobah (pidato). 4) Bimbingan Baca Tulis al-Qur’an. 5) Melaksanakan latihan Seni Hadroh. 6) Pelaksanaan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). 7) Pesantren Ramadhan (Sanlat).

 

Kata kunci :Merawat, nilai-nilai, sopan santun

Full Text:

PDF

References


Bertens, Kees, Sejarah Filsafat Yunani, (Jakarta : Rajawali, 2001). Djahiri, A. K. , PendidikanNilai Moral; Hand Out Perkuliahan S-2 Program Studi Pendidikan Umum. (Bandung: PPS UPI, 2002).

Budimansyah, Dasim, Penguatan Pendidikan Kewarganegaraan Untuk

Membangun Karakter Bangsa, ( Bandung: Widya Aksara Press, 2010).

Danim, Sudarman, Menjadi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Pustaka Setia, 2012).

Departemen Pendidikan Nasiona, Undang-undang RI No.20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, (Jakarta : Depdiknas, 2003).

Fukuyama, F., Trust; Kebajikan Soail dan Penciptaan Kemakmuran, (Penerbit: Qalam, Yogyakarta, 1995), terj. Ruslani.

Goleman, Daniel, Emotional Intelegence; Kecerdasan Emosional, (Jakarta : Gramedia, 1990).

Hakam, Kama Abdul, Internalisasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar. Disampaikan dalam Seminar Nasional di Universitas Indonesia tahun 2015, Disajikan di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta 2016, dan Seminar Nasional di Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar tahun 2016.

Kupperman, Joel. J. , Character, (New York: Oxford University Press, 1991).

Lennox, C. , Do Companies Successfully Engage in Opinion shopping?: Evidence from The UK. (Journal of Accounting and Economics, 29, 2000).

Lickona, Thomas, Educating for Character, Mendidik untuk Membentuk Karakter; Bagaimana Sekolah Dapat Mengajarkan Rasa Hormat dan Tanggung Jawab, terj. Juma Wadu Wamaungu Editor; Uyu Wahyudin dan Suryani, ( Jakarta: Bumi Aksara, 2012).

Megawangi, Ratna, PendidikanKarakter, Solusi yang Tepat untuk Membangun Bangsa, (Cimanggis: Indonesia Heritage Foundation, 2004).

Muchtar, Heri Jauhari, Fikih Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2005).

Rokeach, M, The Nature of Human Value, (New York: The Free Press, 1973).

Sairin, Weinata, Pendidikan yang Mendidik, (Jakarta: Yudhistira, 2001)

Sumantri, E, Buku Materi Pembinaan Gnerasi Muda, (Jakarta : Universitas Terbuka, 1993).

Tamsikudin, Pengembangan Model Pembinaan Akhlak Dalam Pembentukan Pribadi Sehat Di Lembaga Pemulihan Sosial (Studi Kasus di Balai Pemulihan Sosial Wanita Tuna Susila Cirebon), (Bandung: UPI Bandung, Disertasi, 2012).

Taryati dkk, Pembinaan Budaya dalam Lingkungan Keluarga

Daerah Istimewa Yogyakarta. Peny. Salamun. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat lendral Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Proyek Pengkajian dan Pembinaan Budaya, 1995.

Tim BSNP, Paradigma Pendidikan Nasional Abad XXI, (Jakarta: Buletin BSNP, 2012).




DOI: 10.24235/tarbawi.v5i1.6258

Article Metrics

Abstract view : 12 times
PDF - 8 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal AL-TARBAWI AL-HADITSAH Terindeks:

  

  

 

 

 


This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.