KESENIAN BRAI, WARISAN BUDAYA LELUHUR CIREBON

Ikfal Al Fazri(1*), Hajam -(2),


(1) IAIN Syekh Nurjati Cirebon
(2) IAIN Syekh Nurjati Cirebon
(*) Corresponding Author

Abstract


Kesenian Brai adalah seni tradisional yang tumbuh di daerah Cirebon dan Indramayu, Jawa Barat, sejenis solawatan atau tembangan yang terdapat pada masyarakat Muslim di banyak daerah di Nusantara. Meskipun kesenian Brai memiliki nilai tatanan budaya serta pesan moral yang tinggi, tapi keberadaan dan perkembangannya kurang begitu mendapat perhatian dari pihak-pihak terkait dan pemerintah. Oleh sebab itu, tujuan penulisan ini adalah untuk mengangkat kesenian Brai ditinjau dari segi filosofi dan maknanya. Penulis berharap hasil tulisan ini dapat merangsang peneliti lainnya untuk mengkaji lebih dalam makna dan simbol filosofis yang terdapat dalam syair kesenian Brai, atau dalam bahasa Brai adalah raka’at  yang dimana lirik dan lagunya memiliki tingkatan untuk memuji dan mendekatkan diri kepada Allah Swt serta gerakan yang memiliki banyak arti dan makna.

Keywords


Kesenian, Brai, Cirebon

Full Text:

PDF

References


D. Wahidin. 2013. Kompilasi kesenian Tradisional Cirebon. Cirebon: Disporabudpar Kota Cirebon.

E. Sedyawati. 1981. Pertumbuhan Seni Pertunjukkan. Jakarta: Sinar Harapan.

H.A. Rivay Siregar. 2000. Tasawuf Nusantara, Jakarta: Grafindo Persada.

Lanny Octavia, dkk. 2014. Pendidikan Karakter Berbasis Tradisi Pesantren. Jakarta: Rumah Kitab.

Oka. A. Yoety. 1986. Melestarikan Seni Budaya Tradisional Yang Nyaris Punah. Bandung: Angkasa.

R.M. Soedarsono. 1991. Perkembangan Kesenian Kita Menjelang Abad XXI, Yogyakarta: ISI Indonesia.

Suwardi Endraswara. 2015. Agama Jawa: Ajaran, Amalan, Asal-Usul Kejawen, Yogyakarta: Narasi.




DOI: 10.24235/jy.v5i2.5709

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 5 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Yaqzhan indexed by :