Penafsiran Ayat-Ayat Pemicu Radikalisme Perspektif Ibnu Taimiyah Dan Quraish Shihab (Telaah QS. Al-Taubah [9]: 5 dan 29)

Siti Khoirunnisa(1*), Lukman Zain(2), Anisatun Muthi'ah(3),


(1) 
(2) 
(3) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Di Indonesia telah banyak kelompok yang melakukan tindakan intoleran atas nama agama terhadap non-muslim. Ayat-ayat al-Quran menjadi dasar dan nilai tertinggi perbuatan terorisme sekelompok orang tersebut. Oleh sebab itu, gagasan tentang pentingnya mengenal lebih dalam soal penafsiran al-Qur’an terkait ayat-ayat yang terkesan radikal menjadi sangat penting, agar seseorang tidak terdorong melakukan tindak kekerasan atas nama agama. Dalam hal ini, penulis akan mengkaji pemikiran Ibnu Taimiyah dan Quraish Shihab tentang ayat-ayat pemicu tindakan radikal tersebut, terkhusus QS. al-Taubah (9): 5 dan 29. Seperti Ibnu Taimiyah dan Quraish Shihab

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka dengan membahas buku, baik dari buku primer maupun sekunder yang terkait dengan tema yang dikaji. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah muqaran. Langkah-langkah dalam penelitian ini adalah menjelaskan pengertian radikalisasi dan deradikalisasi, mengumpulkan ayat al-Qur’an yang seringkali ditafsirkan secara radikal, memaparkan penafsiran masing-masing mufassir, menganalisis studi komparatif yakni perbandingan antara penafsiran Ibnu Taimiyah dan Quraish Shihab.

Hasil penelitian ini menjawab bagaimana penafsiran Ibnu Taimiyah dan Quraish Shihab tentang QS. Al-Taubah ayat 5 dan 29 adalah sebagai berikut: dalam menafsirkan al-Qur’an keduanya tidak menafsirkan secara tekstual, melainkan dengan menjadikan asbab nuzul sebagai alat untuk memahami maksud ayat tersebut. Asbab al-Nuzul ayat tentang izin penyerangan terhadap kaum muslim adalah peristiwa penyerangan terlebih dulu yang dilakukan kaum Nashrani yang ada di Romawi. Dengan demikian, konteks pelaku penyerangan adalah kaum Nashrani dan Yahudi yang tidak beragama dengan benar, yang sikap dan perilakunya akan berakibat mengganggu ajaran Islam dan mengganggu kelangsungan hidup masyarakat Islam. Keduanya sama-sama menyimpulkan umat muslim tidak boleh menyerang kaum musyrikin kecuali ada penyerangan terlebih dulu yang dilakukan kaum musyrik.

 

Kata kunci: al-Qur’an, Radikalisasi, Intoleran.


Full Text:

PDF

References


Aziz, Abdul -Imam Samudra. Aku Melawan Teroris. 2004. Solo: Al-Jazeera.

Azra, Azyumardi. Kajian Tematik al-Qur’an Tentang Struktur Sosial. 2008. Bandung: Angkasa.

Chirzin, Muhammad. Pemikiran Tauhid Ibnu Taimiyah Dalam Tafsir Surah al-Ikhlas. 1999. Yogyakarta: Dana Bhakti Prima Yasa.

Echols, John M. dan Hasan Shadily. Kamus Inggris Indonesia. 1995. Cet. XXI. Jakarta: Gramedia.

Ensiklopedia Hukum Islam. 2005. Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve. vol. 2

Ensiklopedia Islam. 2004. Jakarta: PT Ichtiar Van Hoeve. vol. 3.

Effendi, Singarimbun, Masri dan Sofian. Metode Penelitian Survai. Jakarta: Pustaka LP3ES.

Al-Farmawi, Abdul Hayy. Metode Tafsir Maudhu’i Suatu Pengantar. 1996. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Gaus, Ahmad AF. Fundamentalisme Antara Cita dan Fakta, dalam http://ahmadgaus.com/page/5/. Diunggah pada tanggal 13-07-2015 pkl. 14.34

Hamdani. Deradikalisasi Gerakan Terorisme. 2012. Semarang: IAIN Walisongo. Skripsi.

Al-Harrani, Syaikh Taqiyyuddin Ahmad bin Taimiyah. Majmū’ah al-Fatawā. t.t. Dâru al-Wafâ.

https://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Quraish_Shihab diunggah pada tanggal 04 September 2015 pkl. 22.13

http://id.wikipedia.org/wiki/Tafsir_Al-Mishbah. diunggah pada pkl. 22.36 WIB, tanggal 13 September 2015

Ibnu, Imam Taqiyuddin Taimiyah. al-Tafsir al-Kabir. t.t. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah.

Ibnu, Imam Taqiyuddin Taimiyah. Muqaddimah fi Ushul al-Tafsir. 1971. Kuwait: Dar al-Qur’an al-Karim.

Ibnu, Imam Taqiyuddin Taimiyah. Majmu’ Fatawa Syaikh al-Islam Ahmad Ibnu Taimiyah, t.t. disunting oleh Muhammad Abd al-Rahman Ibnu Qasim dan puteranya. Mesir: Dar al-Hadis.

Izzan, Ahmad. Metodologi Ilmu Tafsir. 2007. Bandung: Kelompok Humaniora.

Iqbal, Muhammad dan Amin Husein Nasution. Pemikiran Politik Islam. 2010. Jakarta: Kencana.

Jindan, Khalid Ibrahim. Teori Politik Islam: Telaah Kritis Ibnu Taimiyah tentang pemerintahan Islam. terj. Masrohin. 1999. Surabaya: Risalah Gusti.

Kultsum, Mafri Amir dan Lilik Ummi. Literatur Tafsir Indonesia. 2011. Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah.

Kusuma, Sudjana, Nana dan Ahwal. Proposal Penelitian: di perguruan tinggi. 2000. Bandung: Sinar Baru Aldasindo.

Mauludi, Sahrul. Ibnu Taimiyah: Pelopor Kajian Islam yang Kritis. 2012. Jakarta: Dian Rakyat.

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. 2004. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mustaqim, Abdul. “Deradikalisasi Penafsiran al-Qur’an Dalam Konteks Keindonesiaan yang Multikultur”. didalam buku Al-Qur’an di Era Global: Antara Teks dan Realitas. 2013. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.

An-Naisaburi, Abu al-Husain Muslim ibn al-Hajjaj ibn Muslim al-Qusyairi. Al-Jâmi’ al-Shaḫîḫ, t.t. Beirut: Darul Fikr. “bab An-Nahyu ‘an La’ana ad-Dawab wa Ghairiha” Juz 8.

Al-Qaţţān, Mannā’ Khalīl. Studi Ilmu-ilmu Qur’an. 2002. Surabaya: Litera Antar Nusa. terj. Mudzakir AS.,

Quthb, Sayyid. Tafsir Fi Dzilal al-Qur’ān. 2003. Jakarta: Gema Insani. terj. As’ad Yasin dkk. Jilid 6.

Ar-Rifa’i, M. Nasib. Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir. 2000. Jakarta: Gema Insani. Jilid 3.

Riyadi, Slamet. Konsep Jihad Imam Samudra dalam Prespektif al-Akhlak al-Jihad. 2013. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga. Skripsi.

Royani, M. Pendekatan Deradikalisasi dan Peran Pemerintah Daerah dalam Mendukung Program Pemolisian Masyarakat Guna Mencegah Pengaruh Terorisme di Daerah. 2013. Pontianak: Universitas Tanjung Pura. Tesis.

Sahlan, Moh., Alfatih Suryadilaga, dkk. Metodologi Ilmu Tafsir. 2010. Yogyakarta: Teras.

Shihab, Quraish, dkk, Sejarah & ‘Ulûm al-Qur’an. 2000. Jakarta: Pustaka Firdaus.

Shihab, M. Quraish. Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an.. 2002. Jakarta: Lentera Hati. Vol. 5.

Shihab, M. Quraish. Kaidah Tafsir: Syarat, Ketentuan, dan Aturan yang Patut Anda ketahui dalam Memahami Ayat-ayat al-Qur’an. 2013. Tangerang: Lentera Hati.

Shihab, M. Quraish. Tafsir al-Misbah; Pesan Kesan dan Keserasian al-Qur’an. 2009. Jakarta: Lentera Hati. Edisi Baru cet. II. Vol 15.

Siroj, Said Aqil. Dialog Tasawuf Kiai Said: Aqidah, Tasaw.uf dan Relasi Antar Umat Beragama. 2012. Surabaya: Khalista.

Swara Rahima: Fundamentalisme Agama dan Dampaknya pada Perempuan.

Al-Syaukani, Muhammad Ali Ibnu Muhammad. Nail al-Authar Syarh Muntaqa al-Akhbar. 1994. Beirut: Dar al-Fikr.

Umar, Nasaruddin. Deradikalisasi Pemahaman Al-Qur’an dan Hadis. 2014. Jakarta: Gramedia.




DOI: 10.24235/diyaafkar.v4i02.1149

Article Metrics

Abstract view : 1256 times
PDF - 850 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


         

  

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.