KONSEP SABAR DALAM TAFSIR ḤAQĀ’IQ AL-TAFSĪR KARYA AL-SULAMĪ: ANALISIS TAFSIR SUFISTIK ATAS KISAH NABI AYYŪB A.S.
(1) Program Studi Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
(2) Program Studi Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
(3) Program Studi Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
(*) Corresponding Author
Abstract
This study analyzes the meaning and dimensions of patience in the story of the Prophet Ayyūb a.s. as interpreted in Ḥaqā’iq al-Tafsīr by Abū ‘Abd al-Raḥmān al-Sulamī. It seeks to reveal the meaning of patience from a Sufi perspective and analyze it through the framework of self-control theory proposed by James Averill (1973). This study employs a qualitative, library-based research approach. Content analysis is the primary analytical method used to examine Al-Sulamī's interpretation of Prophet Ayyūb a.s. The data are analyzed using Averill's three-part theory of self-control (behavioral, cognitive, and decisional). According to this study, Al-Sulamī viewed Ayyūb a.s's patience as an active spiritual practice, not just passive endurance. Its key dimensions include steadfast dhikr (remembrance of God) to manage suffering, merging the self (fanā) with the divine will and grace, and a pinnacle of patience manifested as tawakkal (complete surrender). According to Averill's psychological framework, these dimensions demonstrate behavioral control (restraining the body from complaining), cognitive control (reinterpreting hardship as divine will), and decisional control (a conscious choice to surrender to God). This analysis reveals the implicit psychological messages in the story. This study found that the story contains a sophisticated psychological model for resilience. It refutes the notion of patience as passive behavior, demonstrating that it is an active spiritual and psychological process. This study's novelty stems from its interdisciplinary approach, which bridges 10th-century classical interpretation with 20th-century psychological theory while also providing new insights into the psychological depth of Islamic spiritual concepts.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna dan dimensi kesabaran Nabi Ayyūb a.s. dalam Ḥaqā’iq al-Tafsīr karya Abū ‘Abd al-Raḥmān al-Sulamī. Kesabaran tersebut dianalisis dengan teori self-control James Averill (1973). Penelitian ini berjenis kualitatif, menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data tersebut diinterpretasi oleh teori tripartit self-control (perilaku, kognitif, dan keputusan) Averill. Studi ini menemukan bahwa Al-Sulamī menafsirkan kesabaran Ayyūb a.s. bukan sebagai ketahanan pasif, melainkan sebagai praktik spiritual yang aktif dan kompleks. Dimensi-dimensi kuncinya meliputi: keteguhan hati, menjadikan zikir (mengingat Allah) untuk mengendalikan penderitaan, meleburkan diri (fanā) dengan kehendak—anugerah-- Allah, dan puncak kesabarannya diwujudkan dengan tawakal (kepasrahan mutlak). Dimensi-dimensi dalam kerangka psikologi Averill menunjukan kontrol perilaku (menahan tubuh dari keluhan), kontrol kognitif (menafsirkan ulang kesulitan sebagai kehendak Ilahi), dan kontrol keputusan (pilihan sadar untuk berserah diri kepada Tuhan), Tiga aspek ini merupakan pesan utama dari kisah Nabi Ayyūb a.s. Penelitian berhasil bentuk psikologis yang canggih untuk resiliensi. Sekaligus menentang bahwa kesabaran sebagai perilaku pasif, namun proses psikologis yang aktif. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan interdisipliner yang menghubungkan tafsir sufistik klasik abad ke-10 dengan teori psikologi modern, sehingga memperkaya pemahaman terhadap dimensi psikologis dalam konsep spiritual Islam.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Agustin, Vika Dwi. Konsep Sabar dalam Tafsir al-Azhar (Studi Analisis Maudūʿī). Skripsi, UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri, 2022.
al-Munawwir, Ahmad Warson. Al-Munawwir: Kamus Arab–Indonesia. Surabaya: Pustaka Progressif, 1997.
al-Musawī, Khalīl. Bagaimana Menjadi Orang Bijaksana. Jakarta: PT Lentera Basritama, 1998.
al-Sulamī, Abū ʿAbd al-Raḥmān. Ḥaqāʾiq al-Tafsīr: Tafsīr al-Qurʾān al-ʿAzīz. Beirut: Dār al-Kutub al-ʿIlmiyyah, n.d.
Amrullah, Haji Abdul Malik Abdul Karim (Hamka). Tafsir al-Azhar, jilid 5. Singapura: Kerjaya Printing Industries Pte Ltd, 2001.
Arifin, Moch. Zainul. Sabar sebagai Metode Psikoterapi dalam Perspektif al-Qur’an. Skripsi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2005.
Averill, James R. “Personal Control over Aversive Stimuli and Its Relationship to Stress.” Psychological Bulletin 80, no. 4 (1973): 286–303.
———. “Spirituality: From the Mundane to the Meaningful—and Back.” Journal of Theoretical and Philosophical Psychology 18, no. 2 (1988): 101–126.
Bāqī, Muḥammad Fuʾād ʿAbd al-. al-Muʿjam al-Mufahras li-Alfāẓ al-Qurʾān al-Karīm. Indonesia: Maktabah Dahlan, n.d.
Daralina, Monaris, Hilman Syarif, dan Syarifah Rauzatul Jannah. “Spiritualitas dan Resiliensi Penderita Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Umum Provinsi Aceh.” Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan 12, no. 2 (2024): 167–174. https://doi.org/10.20527/dk.v12i2.641.
Departemen Agama Republik Indonesia. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Bandung: J-ART, 2005.
Difa, Sarah. “Konsep Kesabaran dalam Psikologi Islam: Studi Kasus Pengaruh Konsep Kesabaran dalam Islam terhadap Kondisi Psikologis Seseorang.” July: Journal of Islamic Education 1, no. 3 (2023): 165–169.
Ernawati, Siti. Konsep Sabar Menurut M. Quraish Shihab dan Hubungannya dengan Kesehatan Mental. Skripsi, UIN Walisongo Semarang, 2009.
Fernando, Frendi. “Manfaat Spiritualitas terhadap Resiliensi pada Saat Pandemi.” Qalam: Jurnal Pendidikan Islam 3, no. 1 (2022): 26–43.
Fitri, Muhammad, Abdur Razzaq, dan Sri Hertimi. “Analisis Pengendalian Emosi pada Kisah Nabi Ayyub AS dalam Menghadapi Ujian Sakit.” Journal of Innovative and Creativity 2, no. 1 (2025): 32–45.
Hadi, Sopyan. “Konsep Sabar dalam al-Qur’an.” Jurnal Madani: Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Humaniora 1, no. 2 (2018): 473–488.
Ibn Manẓūr. Lisān al-ʿArab. Beirut: Dār Ṣādir, 1993.
Irfani, Muhammad. “Intertextuality of the Story of Prophet Ayyub in the Qur’an and the Bible (Julia Kristeva’s Semiotic Approach).” Al-Muḥāfiẓ: Jurnal Ilmu al-Qur’an dan Tafsir 4, no. 1 (2024): 227–240.
Muaziroh, Ulfa, dan Zukhrifa ʿĀmilatun Sholiha. “Actualization of the Patient’s Concept in Qur’anic Perspective (Study of the Prophet Ayyub’s Story).” Jurnal At-Tibyān 3, no. 2 (2018): 200–212. https://doi.org/10.32505/tibyan.v3i2.616.
Muhammad, Gufron. Ulūm al-Qur’an Praktis dan Mudah. Yogyakarta: Kalimedia, 2017.
Munawir, M. Fajrul. Konsep Sabar dalam al-Qur’an: Pendekatan Tafsir Tematik. Yogyakarta: Nuansa Aksara, 2005.
Muthmainnah, Yulianti. “Ratu Semut (Namlah) dalam al-Qur’an: Analisis Tafsir atas Representasi Kepemimpinan Perempuan.” Al-Bayan: Jurnal Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir 9, no. 2 (2024): 95–108.
Najah, Rofiqotun. Konsep Sabar dalam Kisah Nabi Yusuf. Skripsi, UIN Sunan Kalijaga, 2019.
Nawawi, H. Rifʿat Syauqi. Kepribadian Qur’ani. Jakarta: Amzah, 2024.
Nufus, Salsabila Sajida, et al. “Terapan Terapi Sabar untuk Mengatasi Stres Akademik di Kalangan Remaja pada Masa Pandemi.” Khazanah: Jurnal Mahasiswa 13, no. 2 (2021): 61–65.
Rahmawati, Magfiroh, dan Norman Wijaya Gati. “Hubungan Tingkat Spiritualitas dengan Tingkat Resiliensi pada Warga Penyintas Bencana Banjir.” Public Health and Safety International Journal (PHASIJ) 4, no. 2 (2024): 326–333.
Rohayati, Yeti, dan Abdillah Abdillah. “Digital Transformation for Era Society 5.0 and Resilience.” Societies 14, no. 12 (2024): 266. https://doi.org/10.3390/soc14120266.
Salamah, Daris. “Kajian Tafsir al-Qur’an dengan Pendekatan Sufistik: Analisis Karakteristik Penafsiran Ḥaqāʾiq al-Tafsīr Karya al-Sulamī.” Ar-Rosyād: Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora 3, no. 2 (2025): 1–17.
Shihab, M. Quraish. Tafsir al-Miṣbāḥ: Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati, 2005.
———. Kaidah Tafsir. Jakarta: Lentera Hati Group, 2013.
Sulamī, Abū ʿAbd Allāh al-. “Ḥaqāʾiq al-Tafsīr,” dalam al-Tafsīr al-Ṣūfī li-l-Qurʾān, ed. ʿAlī Zīghūr. Beirut: Dār al-Andalus, 1979.
Ṭurfe, Ṭallāl ʿAlī. Mukjizat Sabar: Penelitian Seorang Doktor Muslim di Amerika tentang Dahsyatnya Sabar. Bandung: Mizania, 2009.
Wahyuni, Eka. “Resilience Remaja dan Implikasinya terhadap Pengembangan Buku Bantu Diri.” Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling 10, no. 1 (2021): 79–88.
Zain, Mina Mudrikah, et al. “Siti Hawa dalam Perspektif Muhammad Asad dan Christoph Barth.” Al-Bayan: Jurnal Studi al-Qur’an dan Tafsir 2 (2018): 158–167.
DOI: 10.24235/diyaafkar.v13i2.22516
Article Metrics
Abstract view : 0 timesPDF - 0 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







.png)

3.png)











