MENGENAL LEBIH DEKAT METODE TAFSIR MAUDLU’I

Didi Junaedi(1*),


(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Memasuki era Modern, era di mana segalanya ingin segera dipenuhi dalam waktu singkat, harapan masyarakat untuk dapat memahami pesan-pesan al-Qur’an yang lebih cepat dan utuh tentang suatu tema tertentu pun tak terelakkan lagi. Konsekuensinya, dibutuhkan sebuah metode penafsiran yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern tersebut, yang menginginkan pembahasan tentang suatu tema tertentu merujuk kepada ayat-ayat al-Qur’an. Jawaban atas keinginan tersebut kemudian terwujud dengan lahirnya sebuah metode penafsiran yang relatif baru di antara mainstream  metode penafsiran yang ada. Metode tersebut kemudian populer dengan istilah “Metode Tafsir Maudlu’i” atau metode tafsir tematik. Operasionalisasinya mufasir terlebih dahulu menentukan tema kemudian mengumpulkan ayat-ayat yang terkait dengan tema yang dibahas sehingga bisa diketahui pandangan dunia al-Qur’an tentang hal tersebut. Urgensi metode maudhu’i adalah diharapkan menjadi solusi Qur’ani bagi problem masyarakat kontemporer. Dengan demikian, mufasir berusaha kuat untuk tidak fanatik atau condong dengan hasrat dan ideologi yang dipunyainya dan membiarkan al-Qur’an lewat ayat-ayatnya untuk berbicara apa yang diinginkannya terkait tema yang telah ditentukan mufasir itu.

 

Kata Kunci: kebutuhan masyarakat, berbagai metode tafsir, pandangan dunia al-Qur’an dan solusi Qur’ani


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Abd al-Hayy al-Farmawī, Al-Bidāyah fī al-Tafsīr al-Mawdlū‘ī, Kairo: Al-Hadlārah al-‘Arabiyyah, 1977.

Manna’ al-Qattan, Mabāhits fī ‘Ulūm al-Qur’ān, tt. : tpn, tth.

Muhammad Ibrāhīm Syarīf, Ittijāhāt al-Tajdīd Fī Tafsīr al-Qu’ān al-Karīm Fī al-Mishr, Kairo: Dar al-Turats, 1987.

M. Quraish Shihab, Membumikan Al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, Bandung: Mizan, 1995, cet. X

Muhammad Baqir al-Shadr, Al-Tafsīr al-Maudhū‘ī wa al-Tafsīr al-Tajzī’ī fī al-Qur’ān al-Karīm, Beirut: Dār al-Ta‘ruf li al-Mathbū‘ah, 1980.

Muhammad Husain al-Dzahabī, Al-Tafsīr wa al-Mufassirūn, Kairo: Maktabah Wahbah, 1995, Juz 1.

Muhammad Husein al-Thabathaba’ī, Mengungkap Rahasia al-Qur'an, terj. A. Malik Madani dan Hamim Ilyas, Bandung: Mizan, 1989.

Mursi Ibrahim al-Bayumi, Dirasat fi al-Tafsir al-Mawdlū’ī Kairo: Dar al-Taufiqiyah li al-Thaba’ah, 1970.

Rif’at Syauqi Nawawi, Rasionalitas Tafsir Muhammad Abduh; Kajian Masalah Akidah dan Ibadat, (Jakarta: Paramadina, 2002)

Al-Zarkasyi, al-Burhan fi ‘Ulum al-Qur’an, tahqiq Muhammad Abu Fadlal Ibrahim (Kairo: Dar al-Turats, t.th.)

Ziyad Khalil Muhammad al-Daghawain, Manhajiyyah al-Bahts fī al-Tafsīr al-Maudhū‘ī, (Amman: Dār al-Basyar, 1995)




DOI: 10.24235/diyaafkar.v4i01.799

Article Metrics

Abstract view : 886 times
PDF - 801 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


         

  

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.