PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK

Pindi Ratna Sari(1*), Suwatno Suwatno(2), Budi Santoso(3),


(1) Universitas Pendidikan Indonesia
(2) Universitas Pendidikan Indonesia
(3) Universitas Pendidikan Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


ABSTRAK

 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan menggunakan metode problem solving.Metode yang digunakan peneliti adalah metode penelitian kuasi eksperimen dengan kuantitatif, yaitu dengan memberi dua perlakuan berbeda terhadap dua kelompok siswa.Kelompok pertama diberikan sistem pembelajaran melalui metode problem solving sebagai kelas eksperimen, sedangkan kelompok kedua mendapat pembelajaran dengan metode konvensional sebagai kelas kontrol.Penelitian ini di lakukan di kelas X IPS 2 dan X IPS 4 di SMAN 2 Lembang. Berdasarkan hasil penelitin ini menujukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen dibanding siswa kelas kontrol dalam menanggapi materi yang disampaikan dengan menggunakan metode problem solving hal ini dapat dilihat dari nilai posttest kelas eksperimen tertinggi yaitu 90 sedangkan nilai postest kelas kontrol tertinggi yaitu 80. Pengujian Hipotesis (Uji-t) postest dapat dilihat bahwa nilai probabilitas signifikan atau p-valuenya adalah 0,008 atau lebih kecil dari 0,05 atau 5% yang artinya metode problem solving berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didikdi SMAN 2 Lembang pada kelas X IPS2 pada mata pelajaran ekonomi.

 

Kata Kunci: Problem Solving dan Berpikir Kritis

 

ABSTRACT

The purpose of this study is to study the improvement of students' thinking by using problem solving methods. The method used by researchers is a quasi-experimental research method with quantitative, by providing different assistance to two groups of students. The first group provides a learning system through problem solving methods as an experimental class, while the second group learns by conventional methods as a control class. This research was conducted in class X IPS 2 and X IPS 4 in SMAN 2 Lembang. Based on the results of this research shows what is meant by an increase in the ability to think critically the experimental class of students controlling the material presented using the problem solving method this can be seen from the post-test scores of the experimental class increased by 90 while the post-test scores reached 80. The posttest (t-test) hypothesis can be seen because the significant probability value or p-value is 0.008 or smaller than 0.05 or 5%, which means the problem solving method for the critical thinking skills of students in SMAN 2 Lembang in class X IPS 2 in economic subjects.

 

Keywords: Problem Solving and Critical Thinking

Full Text:

43 - 55 PDF

References


REFERENSI

Pendidikan, B. S. N. (2010). Paradigma pendidikan nasional abad XXI. Jakarta: BSNP.

Depdiknas. (2003). Undang-Undang RI No. 20 tahun 2003. Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta.

Iskandar, A. ( 2017). Practical Problem Solving. PT Elex Media Komputindo. Jakarta.

Komalasari, K. (2011). Pembelajaran Kontekstual Konsep dan Aplikasi. Refika Aditama. Bandung.

Lambertus. (2009). Pentingnya Melatih Keterampilan Berpikir Kritis Dalam Pembelajaran Matematika Di SD. Forum Pendidikan, 28 (2), 136–142.

Liberna, H. (2012). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Melalui Penggunaan Metode Improve Pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Formatif, 2 (3), 190–197. https://doi.org/10.30998/formatif.v2i3.101.

Majid, Abdul. (2015). Strategi Pembelajaran. Remaja Rosdakarya. Bandung.

Maryam. S., Setiawati. S., Ekasari, M.F (2008). Buku Ajar Berpikir Kritis dalam Proses Keperawatan. Jakarta: EGC.

Mustaji. (2012). Developing Critical Thinkers (Brookfield). Jossey Bass Publiser. San Fransisco.

Permatasari, R. (2012). Pemecahan Masalah (Penelitian Tindakan Pada Siswa kelas IV SDN Guntur 04 Pagi Setiabudi Jakarta Selatan). Jurnal Pendidikan Dasar, 3(5), 147–154.

Peter, E. E. (2012). Critical thinking: Essence for teaching mathematics and mathematics problem solving skills. African Journal of Mathematics and Computer Science Research, 5 (3), 39–43. https://doi.org/academicjournals.org/AJMCSR.

Prayitno, L. L., Sulistyawati, I., & Wardani, S. (2016). Profil Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD Di Kecamatan Bulak. JPDN (Jurnal Pendidikan Dasar Nusanatara), 1(2), 67–74.

Rahmawanty, N. (2017). Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Solving Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematika. Jurnal Kajian Pendidikan Matematika, 2(2), 201–210. https://doi.org/10.1007/XXXXXX-XX-0000-00.

Rohaumah, C. (2018). Pengaruh Metode Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Kemampuan Bepikir Kritis. Jurnal Gammath, 3(1).

Setyawati, R. D. (2013). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Model Problem Based Learning Berorientasi Enterpreneurship dan Berbantuan CD Interaktif. In Prosiding Seminar Nasional Matematika.

Shoimin, A.(2014).68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013.Ar-Ruzz Media.Yogyakarta.

Tijayanti, I& Marzuki. (2014). Keefektifan Metode Problem Solving dalam Pembelajaran Pkn untuk Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis dan Sikap Nasionalisme di SMA Negeri 1 Suela Lombok Timur. Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 11(2), 173–182.

U. Setyorini, S.E. Sukiswo, B. S. (2011). Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas V Sd. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 7, 52–56. https://doi.org/http://journal.unnes.ac.id.

Wena, M. (2011). Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Bumi Aksara. Jakarta.

Wijayanti, T. F. (2016). Potensi Model Pembelajaran Problem Solving disertai Argument Mapping untuk Memberdayakan Berpikir Kritis. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, 1 (1).




DOI: 10.24235/edueksos.v9i1.6290

Article Metrics

Abstract view : 66 times
43 - 55 PDF - 31 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

 


<