PENDIDIKAN KARAKTER DI PONDOK PESANTREN DALAM MENJAWAB KRISIS SOSIAL

Asep Kurniawan(1*),


(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Abstrak

Pendidikan selama ini belum berhasil mengatasi krisis sosial, karena pendidikan terlalu terpesona dengan target-target akademis.Pendidikan karakter yang sudah mulai diimplementasi beberapa tahun terakhir oleh pemerintah di sekolah-sekolah formal belum bisa menjawab kebutuhan yang ada.Hal ini disebabkan pendidikan sekolah masih minim dan kesulitan dalam menerapkan aspek moral knowing, feeling dan action secara terintegrasi.Keadaan ini berbeda dengan pendidikan pondok pesantren yang sudah sejak lama sudah menerapkan pendidikan karakter dimana ketiga moral tersebut terbiasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan ini bisa dilakukan efektif karena adanya contoh dari ustadz atau kiai, dan pendidikan 24 jam berada dalam satu lingkungan yang terintegrasi. Sayangnya model pendidikan karakter ala pesantren ini seolah terlupakan. Padahal ia sudah mengakar lama dalam kehidupan masyarakat. Untuk itu, sudah saat pendidikan karakter mendesak untuk efektif diterapkan dalam mengatasi persoalan sosial dengan melirik kearipan lokal yang ada di pendidikan pesantren.

 

Kata kunci: pendidikan, karakter, pesantren, sosial.


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Barton, Greg. 2010. Biografi Gus Dur the Auhtorized Bioghraphy of Abdurrahman Wahid. Yogyakarta: LKiS.

Detik.com. 2011.Spekulasi Di Balik Insiden Cikeusik. (Online) Tersedia: http://news.detik.com/read/2011/02/14/131406/1570819/159/spekulasi-politik-di-balik-insidencikeusik?nd992203605. (Diakses tanggal 14 Februari 2012).

Forkami.2011. Kronologi Singkat Soal GKI Yasmin Bogor. (Online) Tersedia: http://forkami.com/berita-149-kronologi-singkat-soal-gki-yasmin-bogor.html, (Diakses tanggal 14 Februari 2012).

Harian Umum Kompas, Senin, 16 Januari 2012, h. 2, “Kerusakan Moral Mencemaskan”.

Hizbut Tahrir Indonesia. 2009. Jabar Masih Darurat HIV/AIDS dan Seks Bebas. (Online) Tersedia: http://hizbuttahrir.or.id/2009/12/01/jabar-masih-darurat-hivaids-dan-seks-bebas/. (Diakses tanggal 14 Februari 2012).




DOI: 10.24235/edueksos.v4i2.660

Article Metrics

Abstract view : 677 times
PDF - 1095 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

 


<