FIGUR WANITA DALAM TARI KANDAGAN

Ayu Vinlandari Wahyudi(1*),


(1) IAIN Syekh Nurjati Cirebon
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengungkapkan nilai karakter dan makna simbolik figur wanita dalam Tari Kandagan. Wanita merupakan makhluk lembut yang sangat memiliki pengaruh besar dalam kehidupan, karena sejatinya wanita diberikan fitrah secara kodrati untuk haid, hamil, melahirkan, dan menyusui. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis, berdasarkan observasi dari bentuk pertunjukan dan wawancara. Tari Kandagan menggambarkan seorang wanita yang memiliki karakter lincah, gagah, dan berani. Hal tersebut terlihat dari ragam-ragam gerak Tari Kandagan, seperti gerakan alung soder, sepak soder, jangkung ilo dan waliwis mandi. Ragam-ragam gerak dalam Tari Kandagan pun kental dengan nilai filosofis berdasarkan aktivitas wanita dalam kehidupan. Dengan demikian, di samping kelembutannya, wanita pun memiliki karakter gagah, kegigihan, ketangguhan, keberanian, dan kekuatan baik dalam jiwa maupun raganya.

Full Text:

PDF

References


Ardjo, I. D. (2007). Tari Sunda Tahun 1880-1990. Pusbitari Press.

Ardjo, I. D. (2008). Tari Sunda Tahun 1940-1965 Raden Tjetje Soemantri dan Kiprah BKI. Pusbitari Press.

Arista, R. C., & Sattar, M. (2015). Figur Wanita Dalam Dua Karya Mufi Mubaroh. Jurnal Pendidikan Seni Rupa, 3(3), 190–196.

Caturwati, E. (2007). R. Tjetje Somantri (1892- 1963) Tokoh Pembaharu Tari Sunda. Tarawang.

Creswell, J. W. (2016). Research Design (4th ed.). Pustaka Pelajar.

Dewi, A. S. (2020). Makna Gerak dan Fungsi Tari Tajun Tandang Dalam Upacara Batatungkal di Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. Imaji Jurnal Seni Dan Pendidikan Seni, 18(1), 16–24.

Fadilah, S. (2018). Kesetaraan gender : Fenomena pergeseran peran ekonomi wanita dari tulang rusuk menjadi tulang punggung. Gender Dan Anak, 1(1), 18–26.

Moleong, L. J. (2014). Metode Penelitian Kualitatif (33rd ed.). Remaja Rosdakarya.

Narawati, T. (2013). Etnokoreologi : Pengkajian Tari Etnis & Kegunaannya Dalam Pendidikan Seni. Isla-2, 70–74.

Narawati, Tati. (2003a). Wajah Tari Sunda dari Masa ke Masa. P4ST UPI.

Narawati, Tati. (2003b). Wajah Tari Sunda Dari Masa Ke Masa (1st ed.). Bandung: P4ST UPI.

Narawati, Tati. (2013). Transformasi Nilai Budaya Sunda dalam Tari Keurseus: Dulu, Kini, dan Nanti. Makalah Konferensi Internasional Budaya Sunda (KIBS).

Sabatari, W. (2015). Seni: Antara Bentuk Dan Isi. Imaji, 4(2). https://doi.org/10.21831/imaji.v4i2.6716

Sarwono, S. W. (2013). Psikologi Lintas Budaya. In ウイルス (2nd ed., Vol. 52, Issue 1). Raja Grafindo Persada.

Subiantoro, I. H. (2008). Komposisi Tari Laku Kreatif Terhadap Penciptaan Tari Anak. In E. Caturwati & S. Rustiyanti (Eds.), Tari Anak-anak dan Permasalahnnya (pp. 35–60). Sunan Ambu Press STSI Bandung.

Wahyudi, A. V., Narawati, T., & Nugraheni, T. (2018). Penanaman Nilai-Nilai Kasundaan Berbasis Pembelajaran Tari Pakujajar di SMP Negeri 5 Sukabumi. Panggung, 28(2). https://doi.org/10.26742/panggung.v28i2.462




DOI: 10.24235/equalita.v3i1.8607

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Indexed By:

           

   


EDITORIAL OFFICE:

LP2M Building, IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Perjuangan Street of Sunyaragi, Cirebon City, West Java, Indonesia 45132 Phone. 0231-489926.

 

Creative Commons License
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.