Penerapan Model Pembelajaran PDEODE (Predict-Discuss-Explain-ObserveDiscuss-Explain) untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Ekosistem Kelas X SMA Negeri 1 Mandirancan

Ulfah Ma’rifah(1*), Yunita Yunita(2), Asep Mulyani(3),


(1) IAIN SYEKH NURJATI CIREBON
(2) IAIN SYEKH NURJATI IREBON
(3) IAIN SYEKH NURJATI CIREBON
(*) Corresponding Author

Abstract


Model pembelajaran PDEODE (Predict-Discuss-Explain-Observe-Discuss-Explain) merupakan model pembelajaran yang berlandaskan pada teori kontruktivisme yaitu  membangun sebuah pengetahuan baru di atas pengetahuan yang sudah ada. Model ini memiliki enam tahapan, yaitu Predict, Discuss, Explain, Observe, Discuss, dan Explain. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan penerapan model pembelajaran PDEODE, 2) Menganalisis perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa antara kelas eksperimen dan kontrol, serta 3) Mendeskripsikan respon siswa terhadap model pembelajaran PDEODE. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi menggunakan lembar kerja siswa dan lembar observasi, tes, serta angket. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Mandirancan dengan menggunakan desain penelitian pretest-postest control group design. Desain ini melibatkan dua kelompok yaitu kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 3 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Berdasarkan lembar kerja siswa penerapan sintak predict, discuss, explain, dan explain II mendapatkan nilai 92, sintak observe mendapatkan nilai 93, dan sintak discuss II mendapatkan nilai 90, sementara itu berdasarkan lembar observasi sintak predict dan observe mendapatkan persentase 92%, sintak discuss dan explain mendapatkan persentase 89%, sintak discuss II mendapatkan persentaase 86%, dan sintak explain II mendapatkan persentase 91%. (2) Keterampilan berpikir kritis antara siswa kelas eksperimen dan kontrol mengalami perbedaan peningkatan yang siginifikan pada indikator 1) Menarik inferensi-inferensi, 2) Mengklarifikasi dan menginterpretasi pertanyaan-pertanyaan dan gagasan-gagasan, 3) Menghasilkan argumen-argumen, 4) Mengevaluasi argumen-argumen yang beragam jenisnya, 5) Menganalisis, mengevaluasi, dan menghasilkan penjelasan-penjelasan. (3)  35% siswa memberikan respon cukup, 55% siswa memberikan respon kuat, dan 10% siswa memberikan respon sangat kuat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa  penerapan sintak model pembelajaran PDEODE di setiap pertemuan termasuk dalam kategori sangat baik, terdapat perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis yang signifikan antara siswa kelas eksperimen dan kontrol, dan sebagian besar siswa merespon dengan baik penerapan model pembelajaran PDEODE.


Keywords


Model Pembelajaran, PDEODE, Keterampilan Berpikir Kritis.

Full Text:

PDF

References


Apriyani, Lia, et.al. 2017. Penerapan Model PBL untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Ditinjau dari Kemampuan Akademik Siswa pada Materi Biologi. Quangga. 9, (1).

Costu. 2008. Learning Science Through the PDEODE Teaching Strategy: Helping Students Make Sense of Everyday Situations. Eurasia Journal of Mathematics, Science & Technology Education. 4, (1), 3-9.

Dipalaya, Tismi, et.al. 2016. Pengaruh Strategi Pembelajaran PDEODE (Predict-Discuss-Explain-Observe-Discus-sexplain) pada Kemampuan Akademik Berbeda Terhadap Keterampilan Komunikasi Siswa. Jurnal Pendidikan. 9, (1), 1713-1720.

Fisher, A. 2008. Berpikir Kritis : Sebuah Pengantar. Jakarta: Erlangga.

Kavsut, Gulten. 2010. Investigation of Science and Technology Textbook in Terms of The Factors That May Lead to Misconception. Procedia Social an Behavioral Science. 2, (2088-2091)

Kolari, Samuli., dan Carina Savander-Ranne. 2003. Visualisation Promotes Apprehension and Comprehension. Global Journal of Engineering Education. 20, (3).

Nursyamsi, et.al. 2016. The Effect of Numbered Heads Together (NHT) Learning Strategy on the Retention of Senior High School Students in Muara Badak, East Kalimantan, Indonesia. European Journal of education Studies. 2.

Permendikbud No. 65 Tahun 2013. Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.

R. Indit. 2012. Dasar Teori Respon Siswa Terhadap Media Video. [Online] Tersedia di: http://eprints.uny.ac.id [18 Juni 2019].

Rita Nichols, Jennifer. Four Essential Rules of 21st Century Learning. [Online] Tersedia di: http:// www.teachthought.com [ 19 Juni 2019].

Sukmadinata. 201. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Suprijono, Agus. 2010. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yokyakarta: Pustaka Belajar.


Article Metrics

Abstract view : 14 times
PDF - 16 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.