Analisis Dan Kritik Pada Pandangan Joseph Schacht Terhadap Hadis Dan Hukum Islam

Amin Iskandar(1*), Dwi Umardani(2),


(1) IAIN Syekh Nurjati Cirebon
(2) STIE Rahmaniyah Sekayu
(*) Corresponding Author

Abstract


Joseph Schacht ialah seorang orientalis yang sangat terkenal dalam kajian hukum Islam. Definisi sunnah menurut pandangan Schacht sebagai konsepsi Arab kuno yang berlaku kembali sebagai salah satu pusat pemikiran dalam Islam. Schacht menilai lebih berarti pada praktek ideal dari komunitas setempat atau doktrin yang muncul ke permukaan. Menurut Schacht hukum Islam bukan sebagai seperangkat norma yang diwahyukan, tetapi sebagai fenomena historis yang berhubungan erat dengan realitas sosial. Schacht juga menyimpulkan bahwa sebagian besar hukum Islam, termasuk sumber-sumbernya, merupakan akibat dari sebuah proses perkembangan historis. Schacht berpendapat bahwa pada awal abad kedua hijriah merupakan era di mana, hukum Islam memiliki titik tolak, yang terus berkembang hingga periode tulis menulis. Gagasan Schacht ini mendapatkan kritik dari berbagai kalangan, baik dari kalangan sarjana muslim maupun sarjana non muslim.

Kata Kunci: Sunah, Hukum Islam, Skeptisme

Abstract: Joseph Schacht is an orientalist who looks at the sources of the Muslims with the critical power and skepticism. Schacht defines sunnah as conceptions of ancient Arabic which apply to the centers of Islamic thought. He considers that sunnah is more meaningful as the ideal practice of the local community or as the doctrine that came to the surface. He thinks that Islamic law is not a set of norms that were revealed, but as a historical phenomenon that is closely related to social reality. Schacht concludes that the majority of Islamic laws, including its sources, are the result of historical development process. He also asserts his opinion that only in the early second century Hijriyyah Islamic law had a starting point and developed. His view reaps some criticism from many circles both the orientalists as well as Muslim scholars, and influences to modern scholars.

 

Keywords: Sunnah, Islamic Law, Skepticism

Full Text:

PDF

References


Aharon, Layish. “Notes on Joseph Schacht Contribution the Study of Islamic Law.” British Society for Middle Eastern Studies, 1982.

Amin, Kamaruddin. Menguji Kembali Keakuratan Metode Kritik Hadits. Bandung: Hikmah (PT Mizan Publika), 2009.

Azami, M. M. Dirasat Fi Al-Hadits Al-Nabawi Wa Tarikh Tadwinih. Beirut: Al-Maktab al-Islami, n.d.

Darmalaksana, Wahyudin. Hadits Dimata Orientalis Telaah Atas Pandangan Ignaz Goldziher Dan Joseph Schacht. Bandung: Benang Merah Press, 2004.

Jamilah, Maryam. Islam Dan Orientalisme Sebuah Kajian Analitik. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1997.

Masrur, Ali. “Diskursus Metodologi Studi Hadits Kontemporer Analisa Komparatif Antara Pendekatan Tradisional Dan Pendekatan Revisionis.” Journal of Qur’an and Hadith Studies I, no. 2 (2012).

Minhaji, Akhmad. Kontroversi Pembentukan Hukum Islam Kontribusi Joseph Schacht. Terjemahan Ali Masrur. Yogyakarta: UII Press, 2001.

Nabia, Abbott. Studies in Arabic Literary Papyri II: Qur’anic Commentary an Tradition. Chicago: The University of Chicago Oriental Institute Publications, 1967.

Rasyid, Daud. “Goldziher Dan Sunnah.” Jurnal Kajian Islam Ma’rifat I (n.d.): 27.

Schacht, Joseph. An Introduction to Islamic Law. Oxford: Clarendon Press, 1963.

———. The Origins of Muhammadan Jurisprudence. Oxford: Clarendon Press, 1959.




DOI: 10.24235/jshn.v2i1.6741

Article Metrics

Abstract view : 30 times
PDF - 21 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


   
   
    


View My Stats

Web Analytics

View My Stats


Jurnal Studi Hadis Nusantara (JSHN)

Department of Hadith Studies | Faculty of Ushuluddin Adab and Da'wah | IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi, Kesambi, Karyamulya, Kota Cirebon, Jawa Barat 45132
E-mail: jshnilha@gmail.com