NIKAH MISYAR PERSPEKTIF YUSUF QARDHAWI DAN DOSEN FAKULTAS SYARIAH IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Asep Saepullah(1*), Lilik Hanafiah(2),


(1) 
(2) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Abstrak

Nikah merupakan salah satu syari’at Islam untuk menjaga diri dari zina, dan bertujuan untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rohmah. Namun, dengan perkembangan zaman semakin banyak perempuan yang memilih berkarir hingga ia melewati usia ideal untuk menikah sedangkan sebagai perempuan normal ia tetap mempunyai syahwat dan butuh untuk disalurkan sehingga muncullah nikah misyar. Nikah misyar adalah pernikahan dimana perempuan rela melepas sebagian haknya dan tidak tinggal serumah dengan suami. Timbul beberapa pendapat ulama menegenai nikah misyar. Ada ulama yang mengharamkan seperti Syekh Muhammad Nashirudin Albani, Ali Qurah Daqi, Wahbah Zuhaili dan Abdul Sattar Jubali, dan ada yang menghalalkan di mana salah satunya adalah Yusuf Qardhawi. Oleh karena perdebatan ini penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitan mengenai nikah  misyar perspektif Yusuf Qardhawi dan dosen fakultas syari’ah karena sebagai tenaga pengajar di bidang hukum Islam tentunya mereka faham betul mengenai hukum Islam. Perumusan Masalah dari penelitian ini adalah, bagaimana pendapat Yusuf Qardhawi serta metodologi istinbath hukum Yusuf Qardhawi mengenai kehalalan nikah misyar dan bagaimana nikah misyar perspektif dosen fakultas syariah IAIN Syekh Nurjati Cirebon dilihat dari maqashid al-syari’ah pernikahan. Untuk wilayah penelitian ini adalah,,“Kualitatif” dengan pendekatan normatif filosofis. Dengan teknik pengambilan data berupa wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu Yusuf Qardhawi menghalalkan nikah misyar dengan alasan syarat dan rukunnya telah terpenuhi. Sedangkan dosen fakultas syariah terbagi menjadi tiga, yaitu ada yang menghalalkan, ada yang menghalalalkan dengan syarat, dan ada yang mengharamkan bi al-maqashid

Kata Kunci:  Nikah  Misyar,  Yusuf Qardhawi, Maqashid al-Syari’ah

Abstract

Marriage is one of the Islamic Shari'ah to guard against adultery, and the aims is to build a sakinah, mawaddah, wa rohmahfamily. However, with the development of this era that a lot of  career women until it passed the ideal age to get married while as a normal woman that still has lust and need to be channeled to emerge marriage misyar. Marriage misyar is a marriage where women are willing to release some of their rights and not stay at home with their husbands. The formulation problem of this research are, first what is opinion of Yusuf Qardhawi and methodology istinbat law of Yusuf Qardhawi concerning marriage misyar marriage and the second how marriage misyar faculty perspective of sharia faculty of IAIN Sheikh Nurjati Cirebon seen from maqashid shari'ah marriage. For this area of research is, "Qualitative" with a normative philosophical approach. The result of this research is Yusuf Qardhawi justify marriage misyar with reason condition and essential principle have been fulfilled. While faculty lecturers shariah divided into three kinds of opinion, first is by a lawful, second is byallowed with conditions, and third is forbidden to maqashid.

 

Keywords: Misyar Marriage, Yusuf Qardhawi, Maqashid Syariah

 


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Abdul Gani. 1994. “Pengantar Kompilasi Hukum Islam dalam Tata Hukum Indonesia”. Jakarta: Gema Insani Press .

Azzam, Abdul Aziz Muhammad dan abdul Wahhab Sayyid Hawwas. 2009. “Fiqih Munakahat Khitbah, Nikah dan Talak” terjemah Abdul Majid Khon. Jakarta: Sinar Grafika Ofset.

Dewi, Gemala Dkk. 2005. “Hukum perikatan islam Indonesia” Jakarta : kencana.

Ghozali, Abdul Rahman. 2010. “Fiqih Munakahat”. Jakarta : Kencana Prenada Media.

Hadi, Soetrisno. 1997. “ Metodologi Reset”. Yogyakarta: Andi Offset.

Hasan, M ali. 2006. “ Pedoman Hidup Berumah Tangga dalam Islam”. Jakarta: Prenada Media Group.

Kementrian Agama RI. 2010. “Al Qur,an dan terjemahannya dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Hadits Shohih”. Bandung: PT Sygma Examedia Arkanleema.

Mughniyah, Muhammad Jawwad. 2001. ”fiqih lima madzhab “. terjemah Afif Muhammad. Jakarta: Lentera Basri Tama.

Nasiri. 2010. “ Praktek prostitusi gigola ala Yusuf Qardhawi”. Surabaya: Khalista.

Nurhakim, Moh dan Khairi Fadly. “E-Jurnal tinjauan sosiologis fatwa ulama kontemporer mengenai status hukum nikah misyar” Juli- September 2011.

Qardhawi, Yusuf . 1999. “Zawajul Misyar Haqiqatuhu wa Hukmuhu”. Kairo: Maktabah Wahbah.

Qardhawi, Yusuf. 2002.” fatwa fatwa Kontemporer”. terjemah Abdul Hayyi Alkattani dkk . Jakarta: Gema Insani Press.

Soematri, Roni Hanitijo. 2012. “metodologi Penelitian Hukum dan Jurnalistik”, cet.4. Jakarta: Galia Indonesia.

Syarifuddin, Amir. 2006. “Hukum Perkawinan Islam di Indonesia Antara Fiqih Munakahat dan Undang Undang Perkawinan”. Jakarta: Kencana.

Tihami dan Sohari Sahrani. 2010. ”Fikih Munakahat”. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Yanggo, Huzaimah Tahido. 2005. “Masail Fiqihiyyah” Bandung: Angkasa Bandung.

Zuhaily al- Wahbah, 1989. “al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu”. Juz VII. Damsyiq: Dar al-Fikr.

Zulifan, Muhammad. “Poligami dan Nikah Misyar di Saudi Harus Diatur Ketat”. Opini Muhammad Al-Asheikh, Saudi Gazette.http://duniatimteng.




DOI: 10.24235/mahkamah.v2i2.2166

Article Metrics

Abstract view : 957 times
PDF - 375 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Mahkamah Indexed By:

  

 

Copyright of Mahkamah (Jurnal Kajian Hukum Islam) ISSN: 2355-0546 (print), ISSN: 2502-6593 (online)

 

Mahkamah (Jurnal Kajian Hukum Islam) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.