Pengembangan Tes Pertimbangan Situasional untuk Penilaian Minat Belajar Matematika Siswa

Nurul Fadhilah(1*),


(1) Jurusan Tadris Matematika, IAIN Syekh Nurjati Cirebon
(*) Corresponding Author

Abstract


Teknik penilaian dalam pembelajaran harus dapat menilai tiga ranah pembelajaran yaitu ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotor. Ketiga ranah tersebut saling berkaitan, bahkan keberhasilan belajar pada ranah kognitif dan psikomotor dipengaruhi oleh kondisi afektif siswa. Salah satu ranah afektif yaitu minat belajar khususnya pada pelajaran matematika. Minat belajar matematika siswa adalah rasa ketertarikan tanpa adanya unsur paksaan terhadap kegiatan atau aktivitas belajar yang bertujuan untuk perubahan tingkah laku, pemahaman, ataupun keterampilan berpikir siswa dalam mata pelajaran matematika. Minat adalah salah satu faktor penting karena dengan minat akan menentukan keberhasilan dalam proses pembelajaran, namun pada penerapannya sebagian guru lebih fokus dalam melakukan penilaian ranah kognitif, sebab menilai ranah kognitif lebih mudah dibandingkan ranah afektif, selain itu ketersediaan instrumen ranah afektif yang kurang memadai, sehingga perlu dikembangkan. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen dalam menilai minat belajar matematika siswa dengan menggunakan tes pertimbangan situasional (Situasional Judgment Test) atau biasa disebut SJT. Peneliti menggunakan pengembangan SJT yang digunakan Oktaria & Lisiswanti(2017) dalam mengembangkan instrumen. Instrumen tes pertimbangan situasional  untuk menilai minat belajar matematika siswa disajikan dalam bentuk lembar tes situasi, tes ini berisikan pernyataan-pernyataan situasi yang membuat siswa menjadi dilema ketika berada pada situasi tersebut. Jumlah butir pada lembar tes situasi terdiri dari 8 pernyataan yang tersebar pada 3 indikator keperilakuan minat belajar matematika siswa.  Hasil penelitian pada 35 siswa kelas VII F SMP Negeri 3 Sumber ini memiliki validitas yang baik, selain itu juga butir instrumen yang dikembangkan peneliti memiliki rata-rata daya diskriminasi yang cukup yaitu 0,34, sehingga butir  instrumen SJT mampu membedakan antara siswa yang memiliki minat belajar matematika yang tinggi, sedang, ataupun rendah. Instrumen SJT yang dikembangkan juga memiliki nilai reliabilitas sebesar r11= 0,84 yang bermakna reliabilitas instrumen ini tinggi. Tingkat minat belajar matematika siswa pada kelas VII F SMP Negeri 3 Sumber sebagian besar berada pada kategori “Sedang” dengan persentase sebanyak 60%, dan kategori “Tinggi” sebanyak 29%, sedangkan siswa yang memiliki minat belajar matematika  “Rendah” sebanyak 11%.

Keywords


Tes pertimbangan situasional; minat belajar; matematika

Full Text:

PDF

References


Akhmad, K. F. (2018). Pengaruh Psikografis Terhadap Minat Baca Pemustaka di UPT Perpustakaan UIN Alauddin (Skripsi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar).

Arifin, Z. (2018). Pengembangan Instrumen Analisis Kesalahan untuk Mengukur Critical Thinking Skill Berdasarkan Kompetensi Inti Kurikulum 2013. Eduma: Mathematics Education Learning and Teaching, 7(1).

Azwar, S. (2012). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Basuki, I., & Hariyanto. (2014). Asesmen Pembelajaran. Bandung: PT Remaja.

Dawes, R. K. (2011). Rational Choice in an Uncertain World: The Psychology of Judgment and Decision. London: SAGE.

Lestari, K. E., & Yudhanegara, M. R. (2015). Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung: PT Refika Aditama.

Oktaria, D., & Lisiswanti, R. (2017). Situational Judgement Test (SJT): Alternatif Metode Seleksi Mahasiswa Baru di Fakultas Kedokteran. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung, 1(3), 598-602.

Ployhart, R. E., & Ward, A. K. (2013). Situational Judgment Measures. American Psychological Association.

Sudaryono. (2012). Dasar-Dasar Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Uno, H. B., & Koni, S. (2013). Assessment Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.


Article Metrics

Abstract view : 10 times
PDF - 2 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.