Pentingnya Keterampilan Mempertahankan dan Menyelamatkan Diri (Survival and Safety Skills) pada Anak

Muhibbu Abivian(1*),


(1) Universitas Muhammadiyah Cirebon
(*) Corresponding Author

Abstract


Kemampuan bertahan hidup dan menyelamatkan diri (survival and safety skills) pada anak dibutuhkan untuk bertahan hidup dan kemampuan keselamatan diri dalam menghadapi hal-hal yang dapat membahayakan dirinya dari berbagai macam kejahatan, baik yang dilakukan oleh orang yang tidak dikenal oleh anak maupun kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang yang dianggap dekat oleh anak. Sehingga, anak dituntut memiliki kemampuan dan pengetahuan menjaga diri dari berbagai ancaman yang ia temui. Anak usia SD juga sering mengalami kecelakaan fisik. Ia terkadang sering jatuh baik dari sepeda maupun sedang berjalan, bertabrakan ketika berlari-lari, keseleo, dan sebagainya sehingga kesehatanya terganggu. Survival and safety skills merupakan salah satu bagian keterampilam motorik anak, selain keterampilan sosial, bermain dan keterampilan sekolah. Konselor/ guru pembimbing sebagai orang dewasa yang berada pada lingkungan perkembangan anak juga memiliki tanggung jawab untuk ikut serta mengembangkan keterampilan survival and safety skills pada anak. Proses bimbingan untuk anak lebih fokus terhadap upaya fasilitasi, upaya untuk mempermudah dan mempercepat pemahaman anak akan sebuah situasi atau keterampilan. Oleh karena itu bimbingan kepada anak lebih menitikberatkan pada proses bukan hasil. Pada proses tersebutlah konselor dan orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk pola pikir anak. Bagi seorang anak guru pembimbing adalah perekayasa lingkungan yang mampu membuat susana belajar menjadi sangat menyenangkan dan dapat dipahami anak dengan baik. Termasuk di dalamnya belajar tentang bagaimana cara meningkatkan keterampilan mempertahankan dan menyelamatkan diri (survival and safety skills).

 

Kata Kunci: Survival Skills; Safety Skill; Anak.


Full Text:

PDF

References


Budiman, N. (2006). Memahami Perkembangan Anak Usia Sekolah Dasar. Departemen Pendidikan Nasional.

Departemen Pendidikan Nasional. (2007). Rambu-Rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Bandung: ABKIN.

Eka, P. (2015). Kekerasan Jenis Ini Bisa Hambat Tumbuh Kembang Anak. Online. Tersedia di: (http://www.liputan6.com/tag/kekerasan-pada-anak). 08 Februari 2016.

Gerdard, K., & Geldard, D. (2011). Konseling Keluarga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hurlock, E. B. (1980). Developmental Psichology: A Life Span Approach (Fifth ed.). Alih bahasa (1997). Istiwidayanti dan Soedjarwo. Psikologi Perkembangan. Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Kartadinata, S., dkk. (2000). Bimbingan di Sekolah Dasar. Bandung: CV. Maulana.

Kinchin, D. (2007).A Guide to Psychological Debriefing: Managing Emotional Decompression and Post-Traumatic Stress Disorder. London: Jessica Kingsley Publishers.

Maakip, I., Sulaiman, W.S.W., Ismail, R., & Jaafar, W.A.W. (2000). Pengetahuan kanak-kanak terhadap aspek-aspek keselamatan diri: Satu kajian awal. Seminar Psikologi -Psima, 148-158.

Martin, P. (2016). Komnas PA Nilai Ada Faktor Psikologis di Kasus Penculikan Anak di Depok.Online. Tersedia di:http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160207110602-12-109386/polisi-tangkap-penculik-dan-pembunuh-bocah-di-depok/. 08 Februari 2016.

Michigan School Counselor Associate. (2005). The Michigan Comprehensive Guidance and Counseling Program.

Michigan School Counselor Associate. (2005). The Michigan Comprehensive Guidance and Counseling Program.

Olweus, D. (2005). Bullying Intervention Strategies That Work. (Online). Tersedia: http://www.educationworld.com/a_issues/issues/issues103.shtml (8 Februari 2016).

Riauskina, I. I., Djuwita, R., dan Soesetio, S. R. (2005). ”Gencet-gencetan” di mata siswa/siswi kelas 1 SMA: Naskah kognitif tentang arti, skenario, dan dampak ”gencet-gencetan”. Jurnal Psikologi Sosial, 12 (01), 1 – 13.

Rigby, K. (2003). New Perspectives on Bullying. London: Jessica Kingsley Publishers.

Suherman, U. (2005). “Karakteristik Siswa dan Bimbingan di Sekolah Dasar” dalam Konsep dan Aplikasi Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar. Bandung: Pustaka Bani Quraisy.

Sumargi dkk. (2005).Apa yang Diketahui Anak-anak Sekolah Dasar Tentang Keselamatan Dirinya: Studi Pendahuluan tentang Pemahaman akan Keselamatan Diri. INSAN Vol. 7 No. 3.

Supriatna, M. (2010). Model Konseling Aktualisasi Diri untuk Mengembangkan Kecakapan Pribadi Mahasiswa. Bandung: Disertasi pada SPS UPI Bandung.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Yusuf, S. (2007). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.




DOI: 10.24235/prophetic.v2i1.4707

Article Metrics

Abstract view : 91 times
PDF - 112 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Prophetic Indexed By:  

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

View My Stats Prophetic: Professional, Empathy and Islamic Counseling Journal Published by Department Islamic Guidance Counseling, Faculty of Ushuluddin, Adab and Da'wah, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Editorial Office:

FUAD Building, 2nd Floor, Department Islamic Guidance Counseling, Faculty of Ushuluddin, Adab and Da'wah, IAIN Sheikh Nurjati Cirebon.  Perjuangan Street of Sunyaragi, Cirebon City, West Java, Indonesia 45132 Phone. 0231-481264, Fax. 0231-489926, Email: prophetic.bki@syekhnurjati.ac.id / Email: prophetic.jurnal@gmail.com