Konseling Pendidikan Seks dalam Pencegahan Kekerasan Seksual Anak (KSA)

Ruwanti Wulandari(1*), Jaja Suteja(2),


(1) SMA Negeri 1 Astana Japura Cirebon
(2) IAIN Syekh Nurjati Cirebon
(*) Corresponding Author

Abstract


Kasus-kasus kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia akhir-akhir ini semakin marak terjadi. Kekerasan seksual, tidak saja terjadi pada laki-laki namun juga pada anak perempuan. Pelaku dari kekerasan seksual dapat berasal dari orang lain yang tidak di kenal anak, namun juga terkadang justru dari keluarga dekat. Kasus kekerasan seksual di Kabupaten Cirebon sendiri setiap tahun mengalami peningkatan. Berdasar data Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cirebon, pada tahun  2015 setidaknya terjadi 49 kasus kekerasan terhadap anak. Jumlah itu meningkat dibanding 2014 yang tercatat 34 kasus. Dalam kebanyakan kasus tersebut, para pelaku mayoritas merupakan orang yang dikenal korban seperti tetangga, teman, hingga saudara korban.Dari masalah di atas, salah satu penyelesaiannya melalui kegiatan konseling pendidikan seks. Pendidikan seks pada anak dilaksanakan meliputi beberapa aspek antara lain : pertama, pengajaran yakni penjelasan tentang organ reproduksi laki-laki dan perempuan, kehamilan, ihtilam (mimpi basah), haid dan keputihan. Kedua,  Penyadaran yakni menanamkan rasa malu pada anak, mendidik anak agar selalu menjaga pandangan mata, mendidik anak agar tidak melakukan ikhtilat  dan khalwat, memilihkan tayangan televisi yang baik buat anak. Ketiga, penerangan yakni menjelaskan tentang IMS. Kesimpulan dari penelitian ini menghasilkan temuan bahwa pelaksanaan konseling pndidikan seks yang dilakukan oleh seorang konselor terhadap klien memiliki peranan yang sangat penting dalam prevensi kekerasan seksual anak. Kegiatan konseling pendidikan seks dilakukan tidak hanya sebagai upaya membantu mengatasi masalah klien yang berkaitan dengan seksualitasnya, melainkan berkaitan juga dengan upaya-upaya pendidikan dalam meningkatkan kesadaran akan masa depannya.

 

Kata Kunci: Konseling Pendidikan Seks; Prevensi; Kekerasan Seksual Anak.


Full Text:

PDF

References


Akbar, Ali. (1982). Seksualitas Ditinjau dari Hukum Islam. Jakarta: Gholia Indonesia.

Basyir, Ahmad Azhar. Ajaran Islam tentang Pendidikan Seks, Hidup Berumah Tangga Pendidikan Anak. Bandung: PT Al Warif.

Darajat, Zakiyah. (1982). Remaja Harapan dan Tantangan. Jakarta: Ruhama.

Departemen Agama Republik Indonesia. (2005). Al-Qur’an dan Terjemahnya. Bandung: Jumanatul Ali Art.

El-Quussy, Abdul Aziz. (1984). Pokok-pokok Kesehatan Jiwa/Mental (Jilid I, terjemahan Dr. Zakiyah Daradjat). Jakarta: Bulan Bintang.

Freud, Sighmund. (2003). Teori Seks. Yogyakarta: Jendela.

Gunawan, Ary H. (2010). Sosiologi Pendidikan: Suatu Analisis Sosiologi Tentang Pelbagai Problem Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Hurlock, Elizabeth. (2006). Perkembangan Anak (Jilid II). Jakarta:Media Meitasari Tjandrasa.

Khaliha, M. (2015). Konsepsi Pendidikan Seks untuk Anak dalam Pandangan Abdullah Nashih Ulwan, Epistemé 10 (1).

Madani, Yusuf. (2003). Pendidikan Seks untuk Anaka dalam Islam. Jakarta: Pustaka Zahra.

Madani, Yusuf. (2004). Sex Education 4 Teen (Pendidikan Seks Remaja dalam Islam). Bandung: Mizan.

Miqdad,Akhmad Azhar Abu. (2000). Pendidikan Seks Bagi Remaja menurut Hukum Islam. Yogyakarta: Mitra Pustaka.

Naingggolan, Lukman Hakim. (2008). Bentuk-Bentuk Kekerasan Seksual Terhadap Anak Di Bawah Umur. Jurnal Equality,13 (1).

Qardhowi, Yusuf & Nasrullah (Terj). (2006). Al-Tarbiyah al-Jinsiyah (Anakku Mari Belajar tentang Seks). Jakarta: Mirqat.

Qibtiyah, Alimatul. (2006). Paradigma Pendidikan Seksualitas (Persfektif Islam Teori dan Praktek). Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta.

Qudsi, Hasan El.(2012). Ketika Anak Bertanya tentang Seks. Solo: Tinta Medina.

Rahmawati, Nanda. (2012). Gambaran Perilaku Seksual Pada Anak Usia Sekolah Kelas 6 Di Tinjau Dari Media Cetak Dan Media Elektronik. Banda Aceh: Jurnal Keperwatan Masyarakat.

Rasyid,Mohamad. (2013). Pendidikan Seks, Mengubah Seks Abnormal Menuju Seks yang Lebih Bermoral. Semarang: Rasail.

Rezkisari,Indira. (2015). KPAI: Pentingnya Pendidikan Seksual Bagi Anak Sejak Usia Dini. Jakarta: diunduh pada 12 Mei 2017 di www.republika.co.id.

Sarwono, Sarlito Wirawan. (2003). Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali Pers.

Suteja, Jaja. (2008). Pendidikan Seks dalam Perspektif Psikologi Pendidikan Islam. (Tesis). STAIN, Cirebon.

TIM PKBI. (2004). Proses Belajar Aktif Kesehatan Refroduksi Remaja (untuk Anak dan Remaja). Jakarta: PKBI.

Ulwan, Abdullah Nashih & Hathout, Hassan. (1996). Pendidikan Anak Menurut Islam (Pendidikan Seks). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Ulwan, Abdullah Nashih. (2015). Pendidikan Anak dalam Islam. Sukoharjo-Jawa Tengah: Al-Andalus.

Widjanarko, Arizal. (1994). Sex Education dalam Pandangan Islam. Jakarta: Palinggan.

Yatimin. (2003). Etika Seksual dan Penyimpangannya dalam Islam. Jakarta: Amzah.




DOI: 10.24235/prophetic.v2i1.4751

Article Metrics

Abstract view : 139 times
PDF - 242 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Prophetic Indexed By:  

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

View My Stats Prophetic: Professional, Empathy and Islamic Counseling Journal Published by Department Islamic Guidance Counseling, Faculty of Ushuluddin, Adab and Da'wah, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Editorial Office:

FUAD Building, 2nd Floor, Department Islamic Guidance Counseling, Faculty of Ushuluddin, Adab and Da'wah, IAIN Sheikh Nurjati Cirebon.  Perjuangan Street of Sunyaragi, Cirebon City, West Java, Indonesia 45132 Phone. 0231-481264, Fax. 0231-489926, Email: prophetic.bki@syekhnurjati.ac.id / Email: prophetic.jurnal@gmail.com