Self-Compassion Mahasiswa Tingkat Akhir Prodi Bimbingan dan Konseling pada Masa Pandemi Covid-19

Ismarini Bekti Setiani(1*),


(1) Universitas Negeri Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Kesulitan yang dirasakan mahasiswa tingkat akhir di masa pandemi covid-19 yang membatasi ruang gerak dalam proses penyeleasian tugas akhir mahasiswa. Tekanan mental mahasiswa menghadapi kesulitan-kesulitan yang terjadi dapat berdampak pada stress, depresi yang akhirnya lebih memilih menyerah dan tidak menyelesaikan tugas akhir, bahkan sampai memunculkan ide untuk bunuh diri. Beban dan kesulitan yang dirasakan mahasisawa tingkat akhir pada masa pandemi ini agar tidak menjadi tekanan yang berlarut dan berdampak pada kesehatan (fisik maupun mental) serta kelancaran penyelesaian kuliah maka mahasiswa tingkat akhir perlu memiliki self-compassion (welas diri). Dengan memiliki self-compassion yang tinggi pada mahasiswa maka menimbulkan resiliensinya tinggi dan prokrastinasi rendah, serta lebih termotivasi untuk berjuang lebih baik dalam proses penyelesaian tugas akhir khususnya di era pandemi covid-19. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran tingkat self-compassion (welas diri) mahasiswa tingkat akhir prodi bimbingan dan konseling Universitas Negeri Yogyakarta pada masa pendemi covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian deskriptif dan menggunakan analisis deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir prodi bimbingan dan konseling di Universitas Negeri Yogyakarta yang memiliki kriteria tertentu yaitu mahasiswa yang telah menyelesaikan KKN dan praktik kependidikan serta sedang menyusun tugas akhir sebanyak 36 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa sebagian besar memiliki self-compassion kategori sedang. Komponen self-compassion yang masih perlu ditingkatkan yaitu kewawasan (mindfulness) dan komponen yang perlu dikurangi yaitu menghakimi diri, isolasi, dan overidentifikasi. Diperlukan adanya intervensi untuk membantu mahasiswa tingkat akhir dalam meningkatkan self-compassion.


Keywords


Self-Compassion; Mahasiswa Tingkat Akhir; Pandemi Covid-19.

Full Text:

PDF

References


Aulia, S., & Panjaitan, R. U. (2019). Kesejahteraan psikologis dan tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir. Jurnal Keperawatan Jiwa, 7(2), hlm. 127-134.

Bluth, K., & Neff, K. D. (2018). New frontiers in understanding the benefits of self-compassion. Self and Identity, 1(1), hlm. 1–4. doi:10.1080/15298868.2018.1508494

Elices, M., Carmona, C., Pascual, J. C., Feliu-Soler, A., Martin-Blanco, A., & Soler, J.(2017). Compassion and self-compassion: Construct and measurement. Mindfulness & Compassion, 2(1), hlm. 34-40.

Firman. (2020). Dampak covid-19 terhadap pembelajaran di perguruan tinggi. Bioma, 2(1), hlm.14-20.

Germer, C. K., & Neff, K. D. (2013). Self‐compassion in clinical practice. Journal of clinical psychology, 69(8), hlm. 856-867.

Hasanah, F. A., & Hidayati, F. (2017). Hubungan antara self-compassion dengan alienasi pada Remaja (Sebuah studi korelasi pada siswa SMK Negeri 1 Majalengka). Jurnal Empati, 5(4), hlm. 750-756.

Hatari, S., & Setyawan, I. (2020). Hubungan antara self-compassion dengan resiliensi pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi di fakultas psikologi universitas diponegoro. Jurnal Empati, 7(1), hlm. 54-59.

Karinda, F. B. (2020). Belas Kasih Diri (Self-compassion) pada Mahasiswa. Cognicia, 8(2), hlm. 234-252.

Krisdianto, M. A., & Mulyanti, M. (2015). Mekanisme Koping dengan Tingkat Depresi pada Mahasiswa Tingkat Akhir. Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia, 3(2), hlm. 71-76.

Lim, M. T. A. F., & Kartasasmita, S. (2019). Dukungan Internal atau Eksternal; Self-Compassion dan Perceived Social Support Sebagai Prediktor Stres. Jurnal muara ilmu sosial, humaniora, dan seni, 2(2), hlm. 551-562.

Neff, K. (2003). Self-compassion: An alternative conceptualization of a healthy attitude toward oneself. Self and identity, 2(2), hlm. 85-101.

Neff, K. D. (2009). The role of self-compassion in development: A healthier way to relate to oneself. Human development, 52(4), hlm. 211.

Neff, K. D., & Vonk, R. (2009). Self‐compassion versus global self‐esteem: Two different ways of relating to oneself. Journal of personality, 77(1), hlm. 23-50.

Ramadhani, F., & Nurdibyanandaru, D. (2014). Pengaruh self-compassion terhadap kompetensi emosi remaja akhir. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 3(03), hlm. 121.

Rananto, H. W., & Hidayati, F. (2017). Hubungan Antara Self-compassion dengan Prokrastinasi pada Siswa SMA Nasima Semarang. Empati, 6(1), hlm. 232-238.

Sugianto, D., Suwartono, C., & Sutanto, S. H. (2020). Reliabilitas dan validitas self-compassion scale versi Bahasa Indonesia. Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology, 7(2), hlm. 177-191.

Sugianto, D., Sutanto, H., & Suwartono, C. (2020). Self-Compassion as a Way to Embrace Loneliness in University Students. PSIKODIMENSIA, 19(1), hlm. 122-131.




DOI: 10.24235/prophetic.v4i1.8751

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Prophetic Indexed By:  

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

View My Stats Prophetic: Professional, Empathy and Islamic Counseling Journal Published by Department Islamic Guidance Counseling, Faculty of Ushuluddin, Adab and Da'wah, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Editorial Office:

FUAD Building, 2nd Floor, Department Islamic Guidance Counseling, Faculty of Ushuluddin, Adab and Da'wah, IAIN Sheikh Nurjati Cirebon.  Perjuangan Street of Sunyaragi, Cirebon City, West Java, Indonesia 45132 Phone. 0231-481264, Fax. 0231-489926, Email: prophetic.bki@syekhnurjati.ac.id / Email: prophetic.jurnal@gmail.com