MENDEKATKAN PENDENGAR RADIO SIARAN DENGAN DA’I DAN USTADZ MELALUI RADIO DUPLEK

Syaeful Badar(1*),


(1) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon
(*) Corresponding Author

Abstract


Sekitar tahun 2010an suatu pagi sekitar jam 5 di sebuah pasar tradisonal di Kota Jakarta, terdengar suara da’i dari salah satu frekwensi radio siaran,  suara lantang namun mantap, tegas, lugas dan tersusun dengan baik kata dan kalimat yang di ucap, intonasi dan artikulasinya jelas, sehingga membuat yang mender akan terkesima dan takjub mendengar kata demi kata, kalimat demi kalimat yang di ucapkan da’i sejuta umat KH. Zaenudin, MZ dai kondang kembali mengudara lewat ceramahnya di salah satu Radio Siaran swasta di Jakarta, karena memang sejak aktif di Partai Politik ceramah sang da’i tidak pernah di putar di Radio Siaran. Kekuatan Radio Siaran sebagai salah satu kekuatan dakwah di masyarakat telah teruji dan terbukti sampai hari ini, sebut saja KH. Zaenudin, MZ. KH. Syukron Makmun, KH. Nur Muhamad Iskandar, SQ. DR. Hj. Tuti Alawiyah, KH. Abdullah Gymnastiar. Mamah Dedeh (sebelum di TV lebih dulu sebagai penceramah di salah satu Radio Siaran Swasta di Bandung), dan banyak lagi da’i yang di besarkan lewat Radio Siaran. 

Keywords


Radio siaran; studio mini; radio duplek; dakwah

Full Text:

PDF

References


UU Nomer 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran, Sinar Grafika, Jakarta, 2003

UU Nomer 36 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi, Sinar Grafika, Jakarta, 2000

UU Nomer 40 Tahun 1999 Tentang Pers, Nuansa Mulia, Bandung, 2005

Programa Radio (Manual Pelatihan Media). AIBD : Asia-Pacific Institute For Broadcasting Development (Institut Pengembangan Penyiaran Asia Pasifik), Malaysia, 1999

Broadcasting Radio (Panduan Teori dan Praktek), A. Lus Y. Triartanto, Pusataka Book Publisher, Jakarta, 2010.

Annual Report, Geladak, Cirebon, 2018




DOI: 10.24235/orasi.v9i2.3693

Article Metrics

Abstract view : 113 times
PDF - 4 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Orasi indexed by:


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.