IMPLEMENTATION OF BIOLOGY LEARNING BASED ON LOCAL SCIENCE CULTURE TO IMPROVEMENT OF SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS LEARNING OUTCOME IN CIREBON DISTRICT AND KUNINGAN DISTRICT

Kartimi Kartimi(1*),


(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


 

          The purposes of this research are to assess : 1) Application of biology learning based on local science culture in Cirebon district and Kuningan district, 2) Improvement of students learning outcome which apply biology learning based on local science culture in Cirebon district and Kuningan district, 3) The difference of students learning outcome which apply biology learning based on local science culture in Cirebon district and Kuningan district, 4) Students’ respond to application of biology learning based on local science culture in Cirebon district and Kuningan district.

          This research uses quantitative approach with experimental methods, and the research design called by one group pretest-postest design. Population of 10th grade senior high school students is 1055 persons, 129 persons are picked as the sample. Sample is chosen by Cluster random sampling technique. Written test and questionnaire are used as the instruments. Two way annova statistical research is used as data analysis techniques.

          The results of the study showed the average improvement of Students Learning outcome which apply biology learning based on local science culture in Kuningan district is higher than Cirebon district. Based on a Two Way Anova test, significance values obtained 0.04 <0.05. There are significant differences between the improvement students’ learning outcome which apply biology learning based on local science culture in Cirebon district and Kuningan district. Biology learning based on local science culture gets positive responses from the students.


Full Text:

PDF

References


Aryono, (2013). Penerapan Pembelajaran Berbasis Sains Budaya Lokal Ngarambet Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Pada Konsep Ekosistem Di Kelas X SMA Negeri 1 Cilimus.Skripsi.Cirebon : Fakultas Tarbiyah Jurusan IPA Biologi, Institut Agama Islam Negeri. Tidak Diterbitkan

Edward.2009. Pengelolaan Data Statistik Dengan SPSS 16.0. Jakarta : Salemba Infotek

Elis, Sulastri. (2014). Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Sains budaya Lokal Cipo Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Pengelolaan Lingkungan di Kelas VII MTs ASSUNNAH Cirebon. Skripsi.Cirebon : Fakultas Tarbiyah Jurusan IPA Biologi, Institut Agama Islam Negeri. Tidak Diterbitkan

Erman. Har. (2013). Karakter Budaya Sains Asli dan Karakter Budaya Sains Modern pada Pelajar Sekolah Menengah Atas di Sumatera Barat, Indonesia. SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan. dalam http:// sce6937-01.fsu.edu/erman.html [diakses di Cirebon, Indonesia: 10 Agustus 2013].

H.A.R Tilaar. (2009). Pendidikan kebudayaan dan masyarakat madani Indonesia. Bandung : Rosda Karya Made pidarta. 2009.Landasan Kependidikan. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Hardoyono,F. (2007). Tinjauan aspek budaya pada pembelajaran IPA, pentingnya pngembangan kurikulum IPA berbasis kebudayaan local. Purwerto: STAIN Purwekerto.

Irwan Dzamal. (2011). Prinsip-prinsip ekologi. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Michell. et al. (2008). Learning Indigenous Science from Place : Research Study Examining Indigenous-Based Science Perspectives in Saskatchewan First Nations and Métis Community Contexts. Canada : Aboriginal Education Research Centre Room 1212, College of Education University of Saskatchewan 28 Campus Drive Saskatoon. http:// sce6938-01.fsu.edu/ogawa.html [diakses di Cirebon, Indonesia: 10 Agustus 2013].

Nani, Kania. (2013). Penerapan Pembelajaran Berbasis Sains Lokal Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Sistem Reproduksi Kelas XI Di SMA Negeri 1 Jatiwangi Kabupaten Majalengka”. Skripsi.Cirebon : Fakultas Tarbiyah Jurusan IPA Biologi, Institut Agama Islam Negeri. Tidak Diterbitkan

Ogawa, M. (2002). “Science as the Culture of Scientist: How to Cope with Scientism?” dalam http:// sce6938-01.fsu.edu/ogawa.html [diakses di Cirebon, Indonesia: 10 Agustus 2013].

Poedjiadi,Anna. (2007). Sains Teknologi Masyarakat. Bandung: PT.Remaja Rosda Karya.

Priyanto, Agus. (2013). Pembelajaran Biologi Berbasis sains Budaya Lokal Melalui Pemanfaatan Eceng Gondok Pada Konsep Pencemaran Lingkungan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMAN 1 Astanajapura. Skripsi.Cirebon : Fakultas Tarbiyah Jurusan IPA Biologi, Institut Agama Islam Negeri. Tidak Diterbitkan

Reece, Michael. (2008). Biologi Edisi 5 Jilid 1. Jakarta : Erlangga

Riduwan. (2011). Dasar-dasar statistic. Bandung: Alphabeta.

Rifki, Fajar. (2013). Pembelajaran Berbasis Sains Lokal Nyawah Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Di MAN Cigugur Pada Konsep Ekosistem Di Kelas X. Skripsi.Cirebon : Fakultas Tarbiyah Jurusan IPA Biologi, Institut Agama Islam Negeri. Tidak Diterbitkan

Snively, G. & J. Corsiglia. (2001). “Discovering Indigenous Science: Implications for Science Education” dalam Science Education, Vol.85(1), hlm.7-34. . dalam http:// sce6737-01.fsu.edu/erman.html [diakses di Cirebon, Indonesia: 10 Agustus 2013].

Sugiyono.2009.Metode Penelitian kuantitatif dan kualitatif. Bandung: Alfhbeta.

Sukmadinata.2009.Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Rosda karya.

Sulfikar, Amir. (2009). “Menjelajahi Sains Lewat Dunia Sosial” dalam surat kabar KOMPAS. Jakarta: 21 dalam http:// sce6938-01.fsu.edu/slfkr.html [diakses di Cirebon, Indonesia: 10 Agustus 2013].

Suastra, I Wayan dan Ketut Tika. (2008). Efektivitas Model Pembelajaran Sains Berbasis Budaya Lokal untuk Mengembangkan Kompetensi Dasar Sains dan Nilai Kearifan Lokal di SMP. Bali: Fakultas FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha. www.undiksha.ac.id/images/img_item/1208.pdf [24 Desember 2012].

Suastra, I Wayan. (2011). Efektivitas model pembelajaran berbasis Sains Budaya Lokal untuk mengembangkan kompetensi dasar sains dan nilai kearifan lokal di SMP. Lembaga penelitian Undiksha. [diakses di Cirebon, Indonesia: 10 Agustus 2013].

Suastra, I Wayan. (2005). Merekonstruksi Sains Asli (Indigenous Science) Dalam Rangka Mengembangkan Pendidikan Sains Berbasis Budaya Lokal di Sekolah (Studi Etnosains pada Masyarakat Penglipuran Bali). Disertasi. Tidak Dipublikasikan.

Wahidin. (2006). Metode pendidikan pengetahuan alam. Bandung: Sangga Buana.

Wahyu.(2009). Kerifan Local Petani Dayak Bakumpai Dalam Pengelolaan Padi Di Lahan Rawa Pasang Surut Kabupaten Barito Kuala. Banjarmasin: Universitas Lambung Mangkurat.

Wida,Dida. (2014). Penerapan Pembelajaran Berbasis Sains Lokal Melalui Pemanfaatan Jamur Pada Konsep Kingdom Fungi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMAN1 Lemahabang. Skripsi.Cirebon : Fakultas Tarbiyah Jurusan IPA Biologi, Institut Agama Islam Negeri. Tidak Diterbitkan




DOI: 10.24235/sc.educatia.v3i2.536

Article Metrics

Abstract view : 662 times
PDF - 704 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains indexed by:

    

Creative Commons License
This work is licensed under a 
Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Stat Counter (Link)