OTONOMI PENGELOLAAN ANGGARAN PEMERINTAH DAERAH: BAGAIMANAKAH DAMPAK TERHADAP KETIMPANGAN ANTAR WILAYAH DI JAWA TENGAH?

Herman Sambodo(1*), Hary Pudjianto(2), Kikin Windhani(3), Fajar Hardoyono(4),


(1) Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto
(2) Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto
(3) Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto
(4) Institut Agama Islam Negeri Purwokerto
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini bertujuan hendak menganalisis pengaruh otonomi pengelolaan keuangan pemerintah daerah terhadap ketimpangan antar wilayah kabupaten dan kota di Jawa Tengah serta menganalisis pemetaan wilayah yang memiliki prioritas pembangunan pada indikator sosial dan ekonomi dengan menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Penelitian ini menggunakan variabel pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia, angka partisipasi kasar pendidikan sekolah menengah atas (SMA), Indeks Williamson, Belanja pemerintah pada bidang pendidikan. Analisis yang digunakan adalah Analisis Regresi Data Panel dengan obyek penelitian 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah pada periode tahun 2015-2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan variabel belanja pemerintah daerah terhadap ketimpangan antar wilayah di Indonesia. Berdasarkan mapping dengan menggunakan PCA dapat diketahui bahwa kabupaten/kota di Jawa Tengah terbagi menjadi 3 klaster pengelompokan wilayah berdasarkan indikator sosial dan ekonomi.

 

Kata kunci: Otonomi Alokasi Anggaran, Ketimpangan Antar Wilayah, Principal Component

         Analysis (PCA).


Full Text:

PDF

References


Amalia, F. (2012). Pengaruh Pendidikan, Pengangguran dan Inflasi terhadap Tingkat Kemiskinan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) Periode 2001-2010. EconoSains, 158-169.

Arsyad, L. (2010). Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Badan Pusat Statistik. (2019). Jawa Tengah dalam Angka 2019. Semarang: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik. (2019). Statistik Kemiskinan dan Kesetaraan Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Clausen, A. (2010). Economic globalization and regional disparities in the Philippines. Singapore Journal of Tropical Geography, 299–316.

Fahmi, I., & Hendrawan, S. (2007). Kemiskinan versus Pertanian. Agrimedia, 1-6.

Guo-yong, M. A. (2010). Evaluation of regional innovation networks: based on principal component analysis. Canadian Social Science, 34 - 43.

Lee, S. (2011). Metropolitan Growth Patterns and Metropolitan Growth Patterns and Metropolitan Areas 1970–2000. International Journal of Urban and Regional Research, 988-1011.

Qin-dong, L. I., & Jing, N. (2010). Evaluation on integrated innovation capability of regions based on principal component analysis. Canadian Social Science, 12 -19.

Rachman, F. F. (2017, Februari 21). detikfinance. Retrieved from https://finance.detik.com/: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3427718/ini-daftar-daerah-dengan-apbd-yang-banyak-habis-untuk-gaji-pns

Sharma, A. (2012). Inter-state disparities in socio-economic development in north east region of india. Journal of Agricultural Science, 236-243.

Todaro, M. P., & Smith, S. (2006). Economic Development Vol. 9th. . London: Pearson Education Limited.

Waluyo, I. (2010). Akankah Pemerintah Daerah Bangkrut Karena Kenaikan Gaji Pegawai Daerah? Efisiensi, 50 - 58.

Wandira, A. (2013). Pengaruh PAD, DAU, DAK, dan DBH terhadap Pengalokasian Belanja Modal. Accounting Analysis Journal, 44 - 51.

Xiajing, D., & Junjie, Z. (2011). The TOPSIS Analysis on Regional Disparity of Economic Development in Zhejiang Province. Canadian Social Science, 135-139.




DOI: 10.24235/jm.v5i2.7403

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Al Mustashfa Indexed by:

        
Reference Management Tool


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats