MODEST FASHION SEBAGAI FENOMENA SOSIAL-RELIGIUS: Respons Tafsir al-Munīr dan al-Misbah terhadap Tren Busana Muslimah

Mujiburohman Mujiburohman(1), Farah Farah Nurfadhilah(2*),


(1) Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta
(2) Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Modest fashion, as a modern trend in Muslim women’s clothing, raises new questions about how Qur’anic values are interpreted and expressed within contemporary dressing practices. This study addresses a research gap in examining the relationship between classical–contemporary Qur’anic exegesis and the phenomenon of modest fashion as both a religious and cultural expression. The research aims to analyze the interpretations of Wahbah al-Zuḥaylī in Tafsīr al-Munīr and M. Quraish Shihab in Tafsir al-Misbah on Qur’anic verses QS al-A‘rāf [7]:26 and QS al-Aḥzāb [33]:59, as well as to compare their hermeneutical implications for the development of modest fashion. This study employs a qualitative library research method using Wilhelm Dilthey’s hermeneutical approach. The analysis is conducted through reconstructing the historical context of the verses and mapping the interpretive arguments developed by each exegete. The findings show that al-Zuḥailī interprets the verses textually, emphasizing the function of clothing as a cover for the body and a marker of piety, whereas Quraish Shihab offers a contextual reading that links the meaning of clothing to social identity, public ethics, and modern cultural dynamics. This study contributes to contemporary Qur’anic exegesis by demonstrating that the hermeneutical frameworks of both exegetes provide distinct conceptual bases for understanding modest fashion—either as a continuation of Islamic norms of dress or as a cultural mode of expression within modern Muslim society.

Modest fashion sebagai tren busana muslimah modern memunculkan pertanyaan baru mengenai bagaimana nilai-nilai al-Qur’an dipahami dan diartikulasikan dalam praktik berpakaian kontemporer. Studi ini mengisi kekosongan riset yang belum banyak mengkaji hubungan antara konstruksi tafsir klasik–kontemporer dengan fenomena modest fashion sebagai ekspresi keagamaan dan kultural. Penelitian ini bertujuan menganalisis penafsiran Wahbah al-Zuḥaylī dalam Tafsīr al-Munīr dan M. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah atas Q.S. al-A‘rāf [7]:26 dan Q.S. al-Aḥzāb [33]:59, sekaligus membandingkan implikasi hermeneutisnya terhadap perkembangan modest fashion. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berbentuk library research dengan pendekatan hermeneutika Wilhelm Dilthey. Analisis dilakukan melalui rekonstruksi konteks historis ayat serta pemetaan argumen penafsiran yang dikembangkan masing-masing mufasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Zuḥaylī menafsirkan kedua ayat tersebut secara tekstual dengan menekankan fungsi pakaian sebagai penutup aurat dan penanda kesalehan. Sedangkan Quraish Shihab menawarkan pembacaan kontekstual yang mengaitkan makna pakaian dengan identitas sosial, etika publik, dan dinamika budaya modern. Studi ini berkontribusi pada kajian tafsir kontemporer dengan menunjukkan bahwa kerangka hermeneutik kedua mufasir menyediakan basis konseptual yang berbeda dalam memahami modest fashion—baik sebagai kelanjutan norma berpakaian Islam maupun sebagai ruang artikulasi budaya dalam masyarakat muslim modern.   

 

Keywords


Response, Modest fashion, Wahbah al-Zuhaili, Quraish Shihab

Full Text:

PDF

References


Adhim, Syarief Muhammad Abdul. Al-Mar’ah fī al-Islām wa al-Mar’ah fī al-‘Aqīdah al-Yahūdiyyah wa al-Masīḥiyyah bayna al-Usṭūrah wa al-Ḥaqīqah. Diterjemahkan oleh Ibrahim Qamaruddin dengan judul Wanita dalam Pandangan Islam dan Wanita dalam Tinjauan Akidah Yahudi dan Masihi: Antara Mitos dan Kebenaran. t.t.: t.p., t.t.

Al-Zuḥaylī, Wahbah. Tafsīr al-Munīr fī al-‘Aqīdah wa al-Sharī‘ah wa al-Manhaj. Juz 11. Damaskus: Dār al-Fikr, 2009.

Amer, Saher. What Is Veiling? Chapel Hill: The University of North Carolina Press, 2014.

Bucar, Elizabeth. Pious Fashion: How Muslim Women Dress. Cambridge, MA: Harvard University Press, 2017.

Fahham, A. Muchaddam. “Mengkaji Konflik Suriah.” Aspirasi: Jurnal Masalah Sosial 5, no. 1 (2015).

Gupta, Rashi. “Modest Fashion Consumables: Influence of Media in the UAE.” Global Media Journal 3, no. 3 (2021).

Hamka. Tafsīr al-Azhar. Jil. 7. Jakarta: Penerbit Gema Insani, 2021.

Horvilleur, Delphine. In Eve’s Attire: Modesty, Judaism, and the Female Body. London: MacLehose Press, 2022.

Ibn Kathīr. Lubāb al-Tafsīr min Ibn Kathīr. Diterjemahkan oleh Abdul Ghoffar dan Abu Ihsan al-Atsari dengan judul Tafsīr Ibnu Kathīr. Jil. 3. Jakarta: Pustaka Imam asy-Syafi‘i, 2004.

Lewis, Reina. Modest Fashion: Styling Bodies, Mediating Faith. London: I.B. Tauris, 2013.

———. Muslim Fashion: Contemporary Style Cultures. Durham, NC: Duke University Press, 2015.

Maula, Defia Ifsantin. “Perumusan Model Bisnis Sosial: Modest Fashion Enterprise.” JESI (Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia) 11, no. 2 (2021).

Moors, Annelies, dan Emma Tarlo. Islamic Fashion and Anti-Fashion: New Perspectives from Europe and North America. London: Bloomsbury Academic, 2013.

Murdianto, Muhammad Tarmizi. “Mengenal Arti Modest Fashion di Indonesia, Tak Terbatas Busana Muslim.” IDN Times, 9 Februari 2024.

Muthahhari, Murtadha. Mas’alah al-Ḥijāb. Diterjemahkan oleh Rina Tyas Sari dengan judul Teologi dan Falsafah Hijab. Jakarta: Rausyanfikr Institute, 2013.

Novus, Hayatun. “Aplikasi Teori Ma‘nā-cum-Maghzā atas Term Jilbab dalam al-Qur’an.” Skripsi, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Sunan Ampel Surabaya, 2022.

Nurhidayah, Fitri. “Konsep Busana Muslimah Perspektif al-Qur’an: Studi Penafsiran Ahmad Mustafa al-Maraghi.” Skripsi, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, IAIN Palopo, 2021.

Paruq, Imam. “Aurat dan Pakaian Perempuan dalam Pandangan Tafsir Klasik dan Kontemporer (Studi Komparatif Tafsir al-Qur’an al-‘Aẓīm Ibn Kathīr dan al-Kitāb wa al-Qur’ān: Qirā’ah Mu‘āṣirah Muhammad Shaḥrūr).” Skripsi, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, 2022.

Priyambodo, Dhimo Kukuh. “Modest Fashion Itang Yunasz dalam Fotografi Komersial.” Specta: Journal of Photography, Arts, and Media 4, no. 1 (2020).

Pujiati. “Perbandingan Dinamika Penggunaan Jilbab di Masa Orde Baru dan Reformasi.” Jurnal Sejarah Indonesia 6, no. 2 (2023).

Rahmanidinie, Anitia, dan Astri Irtiani Faujiah. “Adaptasi Busana Muslimah Era Milenial: Antara Tren dan Syariat.” Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman 22, no. 1 (2022).

Riesca, Chekka. “Geliat Perkembangan Modest Wear di Indonesia.” Harper’s Bazaar Indonesia, 5 Maret 2024.

Shihab, M. Quraish. Jilbab: Pakaian Wanita Muslimah—Pandangan Ulama Masa Lalu dan Cendekiawan Kontemporer. Jakarta: Penerbit Lentera Hati, 2012.

———. Tafsīr al-Miṣbāḥ: Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an. Jil. 5. Jakarta: Penerbit Lentera Hati, 2012.

———. Tafsīr al-Miṣbāḥ: Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an. Jil. 11. Jakarta: Penerbit Lentera Hati, 2012.

———. Wawasan al-Qur’an: Tafsir Maudhu‘i atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung: Penerbit Mizan, 1996.

Smith, Jacquline Angella. “Faith and Fashion: Christian Dress and Identity.” Tesis Magister, Ryerson University, 2016.

Torkia, Dina. Modestly. London: Ebury Press, 2018.

Zahara, Rita. “Konsep Fashion dalam al-Qur’an (Studi Deskriptif Analisis Tafsir-Tafsir Tematik).” Skripsi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, 2020.

Zailan, Wan Zohreh, dan Mohammad Ali. “The Conception of Modesty and Modest Dress in the Scriptures of Abrahamic Religions.” Afkar: Jurnal Akidah dan Pemikiran Islam 18, no. 2 (2014).




DOI: 10.24235/diyaafkar.v13i2.22713

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


       

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.