MEMILIH PASANGAN HIDUP DALAM PERSPEKTIF HADITS (Tinjauan Teori Dan Aplikasi)

Aeni mahmudah(1*),


(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Memilih pasangan hidup merupakan tahap pertama yang harus dilalui sebelum pernikahan. Beberapa hal bisa mendorong seseorang, saat menentukan siapa yang pantas untuk dijadikan sebagai pendampung hidup. Hal tersebut tidak hanya berorientasi pada kebaikan lahiriah, seperti kecantikan, kekayaan, status sosial, agama, dan budi pekerti. Kriteria tersebut dalam Adat Jawa juga dikenal dengan istilah bobot, bibit, dan bebet. Akan tetapi, Rasulullah Saw dalam hadisnya, lebih menekankan untuk memilih pasangan hidup berdasarkan agama dan budi pekertinya.

Pembahasan dalam skripsi ini mencakup tentang: 1) bagaimana kesahihan hadis memilih calon pendamping hidup? 2) bagaimana makna dan interpretasi terhadap hadis tentang memilih pasangan hidup tersebut? serta 3) bagaimana relevansinya hadis nabi terhadap kehidupan sosial masyarakat pada masa kekinian?

Sejalan dengan rumusan masalah tersebut di atas, maka tujuan dari penulisan skripsi ini tidak lain adalah untuk mengetahui kesahihan hadis, mengetahui pemaknaan dan interpretasi terhadap hadis tentang memilih pasangan hidup, serta untuk mengetahui relevansi hadis terhadap kehidupan sosial masyarakat pada masa kekinian.

Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka dengan membahas buku, baik dari buku primer maupun sekunder yang menjelaskan tentang memilih pasangan hidup, terutama yang berkaitan dengan hadis, Hukum Islam, serta Adat Jawa. Selain itu, penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, dengan tujuan agar dapat memberi gambaran tentang memilih pasangan hidup, yang berangkat dari teori dalam teks hadis, Hukum Islam, serta Budaya atau Adat Jawa, hingga relevansinya pada masa kini.

Hadis pertama yang menjelaskan tentang menikahi perempuan karena kecantikan, keturunan, harta, dan agama, merupakan hadis sahih baik sanad maupun matannya.  Sedangkan hadis kedua tentang menerima pinangan laki-laki yang baik agama serta ahlaknya, pada awalnya merupakan hadis dhaīf, kemudian menjadi hasan lighairihi karena turut menguatkan hadis yang pertama. Dewasa ini dalam memilih pendamping hidup, masyarakat masih senantiasa melangsungkan konsep-konsep tersebut di atas, namun perbedaannya pada masa sekarang ini ada kelonggaran dalam memilih pasangan. Selain itu, baik laki-laki maupun perempuan lebih terbuka dalam menentukan pilihannya. Semua itu sah-sah saja, karena pada dasarnya tujuan atau niat dari memilih pasangan hidup, tidak lain agar kelak rumah tangga yang akan dijalani dapat berbuah kebahagiaan baik di dunia, maupun di akhirat.

Kata kunci: pasangan hidup, hadis, teori, aplikasi


Full Text:

PDF

References


‘Abdurrahmān, Muhammad ‘Abdillah bin-. 2013. Al-Musnad Al-Jāmi’. Bairut. Dār Al-Basyāir Al-Islāmiyyah.

Abdurrahman dan Elan Sumarna. 2011. Metode Kritik Hadis. Bandung. PT Remaja Posdakarya.

Ahdālī, Abū Bakar Al-. 2004. Al-Farāid Al-Bahiyyah. Kediri. Madrasah Hidayatul Mubtadiin.

Ainī, Mahmūd Al-. T.t. ‘Umdatu Al-Qārī Syarh Shahīh Al-Bukhaārī. Beirut. Dār Al-Fikr.

Albānī, Muhammad Nāshiruddin Al-. 2004. Silsilah Al-Ahādīts Al-Dha’īfah Wa Al-Maudhū’ah Wa Ātsaruha Al-Sayyi’ Fi Al-Ummah. Riyadh. Maktabah Al-Ma’ārif.

Amini, Ibrahim. 2000. Kiat Memilih Jodoh Menurut Al- Qur’an dan Sunnah. Jakarta. Lentera.

‘An, Syaiful. 2008. Hadis Tentang Anjuran Menikah (Studi Ma’anil Hadis). Yogyakarta. Skripsi Fakultas Ushuludin UIN Sunan Kalijaga.

Anas, Malik bin-. T.t. Muwattha’ Al-Imam Malik Bi Riwayat Yahya bin Yahya Al-Lays. Beirut. Dar Al-Kutub Al-‘Ilmiyah,

Arifin, Bey, dkk. 1993. Terjemahan Sunan An- Nasa’iy. Semarang . CV. Asy Syifa.

‘Asqolānī, Ahmad bin ‘Alī bin Hajar Al-. 1327 H. Tahdzib Al- Tahdzib. India. Al-Nizhāmiyah.

‘Asqolānī, Ahmad bin ‘Alī bin Hajar Al-. 1989. Al-Talhīsh Al-Habīr Fī Takhrīj Ahādīts Al-Rafī’ī Al-Kabīr. Beirut. Dār Al-‘Ilmiyah.

‘Asqolānī, Ahmad bin ‘Alī bin Hajar Al-. T.T. Taqrīb Al-Tahdzīb. Pakistan. Dār Al-Āshimah.

‘Asqolānī, Ahmad bin ‘Alī bin Hajar Al-. 2001. Fath Al-Bārī. Riyadh. Amīr Sulthān ‘Abdul ‘Azīz Al-Su’ūdī

Asy’at, Sulaimān bin Al-. 1998. Sunan Abī Dāwud. Bairut. Muassasah Al-Rayyān.

Baker, Anton H. 1986. Metode-Metode Filsafat. Jakarta. Ghalia Indonesia.

Bustamim. 2004. Metodologi Kritik Hadis . Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada

Departemen Agama Republik Indonesia. 2006. Al-Qur’an dan Terjemahannya, Bandung. Proyek Pengadaan Kitab Suci Al-Quran Departemen Agama Pusat.

Fadholi, Syarifudin. 2013. Kesetaraan Dalam Pernikahan Menurut Hukum Islam Dan Hukum Adat Jawa. Yogyakarta. Skripsi Fakultas Hukum dan Syari’ah UIN Sunan Kalijaga.

Habsyi, Muhammad Bagir Al-. 2002. Fiqih Praktis. Bandung. Mizan.

HAM, Musahadi. 2000. Evolusi Konsep Sunnah (Implikasinya Pada Perkembangan Hukum Islam). Semarang. Aneka Ilmu.

Hamid Kisyik, Abdul. 1995. Bimbingan Islam Untuk Mencapai Keluarga Sakinah. Bandung. Al- Bayan.

Hanbal, Ahmad bin Muhammad bin-. 1995. Al-Musnad. Qohiroh. Dār Al-Hadīs.

Hasyim, Ahmad Umar. Dkk. 2005. Wahai Keluargaku Jadilah Muiara Yang Indah. Jakarta. Pustaka Progressif.

Husaini, Al-Hamid Al-. 2007. Baytun Nubuwwah: Rumah Tangga Nabi Muhammad Saw. Jakarta. Yayasan Al-Hamidiy.

‘Itr, Nuruddin. 2012. ‘Ulumul Hadis . Bandung. PT REMAJA POSDAKARYA.

Ismail, Syuhudi. 1994. Hadis Nabi Yang Tekstual Dan Kontekstual. Jakarta: Bulan Bintang.

Ja’far, Abidin Dkk. 2006. Hadis Nabawi. Banjarmasin. Antasari Press.

Ju’fi, Muhammad bin Al-Bukhari, Al-. 2009. Shahih Al-Bukhori. Beirut. Dar al-Kotob al-Ilmiyah.

Ju’fi, Muhammad bin Al-Bukhari, Al- 2006. Shahih Al-Bukhori. Beirut. Dar Al-Fikr.

Kamal Pasha, Musthafa, dkk. 2003. Fikih Islam. Yogyakarta. Citra Karsa Mandiri.

Mājah, Muhammad bin Yazīd bin-. 2009. Al-Sunan. Beirut. Dār Al-Risālah Al-‘Ālamiyyah.

Mandhūr, Ibnu Al-. 2010. Lisān Al-‘Arab. Kuwait. Dār Al-Nawādir.

Mizzī, Yūsuf Al-. 1992. Tahdzīb Al-Kamāl Fī Asmā Al-Rijāl. Bairut. Muassah Al-Risālah.

Moleong, Lexy J. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung. Pt Remaja Rosdakarya.

Munawwir, Ahmad Warson. 1997. Al-Munawwir Kamus Arab-Indonesia. Surabaya. Pustaka Progressif.

Nadzir, Muhammad. 1988. Metode Penelitian. Jakarta. Ghalia Indonesia.

Naisābūrī, Muslīm bin Al-Hajjāj Al-. 2006. Shahīh Muslim. Riyadh. Dār Thaibah.

Nasāī, Ahmad bin Syu’aib Al-. 1991. Al-Sunan Al-Kubrā. Beirut. Dār Al-Kutub Al-‘Alamiyyah.

Kisyik, Abdul Hamid. 1995. Bimbingan Islam untuk Mencapai Keluarga Sakinah. Bandung. Al- Bayan.

Oktaviani, Maya Intan. 2010. Nilai-nilai budaya jawa dalam ungkapan-ungkapan jawa yang berlatar perkawinan. Depok. Skripsi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Pasha, Musthafa Kamal, dkk. 2003. Fikih Islam. Yogyakarta. Citra Karsa Mandiri.

Qādhi, Abū Thālib Al-. 1989. Tartīb ‘ilal Al-Tirmidzī Al-Kabīr. Bairut. ‘Ālim Al-Kutub.

Rahman, Abdul. 1996. Perkawinan Dalam Syariat Islam. Jakarta. PT Rineka Cipta.

Rahmawati, Aulia. 2009. Hadis Tentang Anjuran Wanita Perempuan Produktif (Tela’ah Ma’anil Hadis t). Yogyakarta. Skripsi Fakultas Ushuludin UIN Sunan Kalijaga.

Ramulyo, Moh Idris. 2004. Hukum Perkawinan Islam. Jakarta. Bumi Aksara.

Rohman, Abdur. 1989. Perkawinan dalam Syariat Islam. Jakarta. Rineka Cipta.

Sābiq, Sayyid. 2004. Fiqh Al-Sunnah. Mesir. Dār Al-Hadīts.

Shalāh, Ibnu Al-. 2002. Ma’rifatu Anwā’i ‘Ilmi Al-Khadis. Bairut. Dar Al Kotob Al Ilmiyah

Shihab, M Quraish. 2005. Wawasan Al-Quran. Bandung. PT Mizan Pustaka.

Shonhaja, Abdul, dkk. 1994. Sunan Ibnu Majah. Semarang. CV. Asy Syifa.

Sugono, Dedi, dkk. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta. Pusat Bahasa.

Suryadi, dkk. 2006. Metodologi penelitian hadis . Yogyakarta. Pokja akademik UIN Sunan Kalijaga

Syaukānī, Muhammad bin ‘Alī bin Muhammad Al-. 2004. Nail Al-Authār Syarhu Muntaqa Al-Akhbār. Libanon. Bait Al-Afkār Al-Dauliyyah.

Tirmidzī, Muhammad bin ‘Īsā Al-. 1996. Al-Jā.mi’ Al-Kabīr. Beirut. Dar Al-Gubār Al-Islāmī.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, Bab 1 ayat 1.

Wafi, Muhammad dan A. Bahauddin. 1997. Khazanah Andalus. Yogyakarta. Titian Ilahi Press.

Wijaya, Suwarta dan Zafrullah Salim. 1999. Asbabul Wurud 2. Jakarta. Kalam Mulia.

Zed, Mestika. 2004. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Zuhaili, Wahbah Al-. 1985. Al-Fiqh Al-Islāmī Wa Adillatuhu. Suriyah. Dār Al-Fikr.




DOI: 10.24235/diyaafkar.v4i01.886

Article Metrics

Abstract view : 1475 times
PDF - 975 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


         

  

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.