PENGARUH BERPIKIR KRISTIS TERHADAP KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA (Studi Kasus Di Kelas VII SMP Wahid Hasyim Moga)

Hadi Kusmanto(1*),


(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Mata pelajaran matematika adalah salah satu mata pelajaran yang diajarkan setiap jenjang pendidikan. Matematika di kalangan para pelajar merupakan mata pelajaran yang kurang dipahami, sehingga penguasaan peserta didik terhadap mata pelajaran Matematika menjadi sangat kurang. Upaya untuk mengatasi masalah ini diantaranya dengan memaksimalkan berpikir kritis siswa dan kemampuan memecahkan masalah matematika sehingga siswa dapat memahami konsep yang telah diajarkan oleh guru mata pelajaran matematika.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kemampuan siswa dalam berpikir kritis dan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika. Sedang pemecahan maslah matematika adalah suatu kemampuan dalam proses pemecahan masalah dengan cara menggunakan segala informasi pengetahuan dan keterampilan yang sudah ada dan mensintesisnya sehingga tercapai tujuan pemecahan maslah yang diinginkan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Populasi dan sampelnya dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMP Wahid Hasyim Moga yang berjumlah 66 siswa. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data yaitu dengan tes berpikir kritis dan tes kemampuan memecahkan masalah matematika.Hasil penelitian diperoleh nilai . Sedangkan , ternyata nilai tersebut lebih besar dari nilai (  ), dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Sedangkan nilai Korelasi (r) sebesar 0,528 termasuk dalam kriteria cukup. Koefisien determinasi (r 2 ) = 0,528 atau 52,8%, artinya adanya pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat dan sisanya sebesar 47,2% ditentukan oleh faktor lain. Adapun persamaan regresi variabel Y atas variabel X adalah: =36,718+0,568X. Konstanta sebesar 36,718 menyatakan bahwa jika nilai berpikir kritis adalah 0, maka kemampuan memecahkan masalah matematika siswa adalah sebesar 36,718. Koefisien regresi sebesar 0,568 menyatakan bahwa setiap penambahan nilai 1 pada berpikir kritis akan meningkatkan kemampuan memecahkan masalah matematika sebesar 0,568.
Kata kunci: berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah matematika


Full Text:

PDF

References


Abror, Abd. Rachman. 1993. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: PT. Tiara Wacana Yogya.

Adinawan, M. Cholik dan Sugijono. 2013. Matematika Untuk SMP/MTs Kelas VII Semester I. Jakarta: Erlangga.

Ansari, K. 1996. “Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis Menyongsong Era Teknologi pada Abad ke-21â€. Pikiran Rakyat. XXXI/267 23 Desember 1996.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Edisi revisi. Jakarta: Rineka Citra.

Azwar, Syaefuddin. 2011. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pusaka Pelajar.

Ennis, R.H. 1996. Crytical Thinking. New Jersey: Prentice Hall.

Fitria, R. 2010. Pengaruh Pembelajaran Melalui Strategi Hauristik Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA. Skripsi FPMIPA. Bandung: Tidak diterbitkan.

Fitriyah. 2011. Skripsi: Hubungan Pola Berpikir Logis dengan Hasil Belajar Matematika Siswa (Studi kasus di SMA Negeri 1 Rajagaluh). Rajagaluh

Gulo, W. 2004. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Gramedia.

Herlina, Nina. 2008. Perbandingan Kemampuan Penalaran Matematika Siswa antara aang Menerapkan Pendekatan Open Ended Dengan Pendekatan Kontekstual.Skripsi STAIN Cirebon Tidak Diterbitkan.

Izzati, Nur. 2009. Berpikir Kreatif dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Apa, Mengapa, dan Bagaimana Mengembangkannya Pada Peserta didik. Prosding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematika. Bandung 19 Desember 2009. [Otline]. Tersedia: http://bundaiza.wordpress.co m/page/16/.

Mahmudi, Ali. 2008. Pemecahan Masalah da Berpikir Kreatif. Makalah. Disampaikan pada Konferensi Nasional Matematika (KMN) XIV Universitas Sriwijaya Palembang, 24-27 Juli 2008. [Otline].

Ormrod, Geanne Ellis. 2008. Psikologi Pendidikan (Membantu Siswa tumbuh dan Berkembang).

[Terjemahan]. Jakarta: Erlangga.

Permendiknas. 2006. Standar Isi, [otline]. Tersedia: http://www.kemdiknas.go.id/li st_link/produkhukum/peraturanmenteri/2006.

Ponte, J. P. 1992. Mathematical problem Solving and New Information Technologies: Reseach in Contexts of Practice. Portugal: Spinger.

Priyatno, Dwi. 2010. Paham Analisis Statistik Data dengan SPSS. Yogyakarta : Mediakom,

Purwanto, Ngalim. 2007. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: PT. Rosdakarya.

Ramdliyani, Lusi Luthfiati. 2012. Pengaruh Tes Uraian (Essay) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis pada Pokok Bahasan Garis Singgung Lingkaran (Studi Eksperimen pada Siswa Kelas VIII SMP N 1 Ciwagebong Kuningan). Skripsi IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Tidak diterbitkan.

Riduwan dan Sunarto. 2007. Pengantar Statistika. Bandung: Alfabeta.

Rohaeti, Titi. 2013. Pengaruh Penerapan Pemecahan Masalah Sistematis terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran Matematika (Studi Kasus di Kelas VIII E SMP Negeri 8 Kota Cirebon). Sripsi IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Tidak diterbitkan.

Russeffendi, ET. 1991. Pengntar Kepada membantu Guru Mengembangkn Kopetensinya dalam Pengajra Matematika untuk Mningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito.

Sagala, Syaiful. 2011. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Shadiq, Fadjar. Pentingnya Pemecahan Masalah. [Otline]. Yogyakarta: PPPPTK Matematika.

Shaleh, Rahman Abdul dan Wahab, Muhbib Abdul. 2004. Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam. Jakarta: Prenada Media.

Sugiyono 2012. Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif,

Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sumardyono. 2011. Pengertian Dasar Problem Solving. [Otline]. Yogyakarta: PPPPTK Matematika.

Sumarmo, U. 2005. Pengembangan Berpikir Matematik Tingkat Tinggi Siswa SLTP dan SMU Serta Mahasiswa Strata Satu Melalui Berbagai Pendekatan Pembelajaran. Laporan Hibah Penelitian Tim PascasarjanaHTPT Tahun Ketiga.

Sumiati dan Asra. 2009. Metode Pembelajaran. Bandung: Acana Prima.

Surya, Mohammad. 2004. Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: Pustaka Bani Quraisy.

Suryabrata, Sumadi. 1991. Psikologi Pendidikan. Jakarta: CV. Rajawali.




DOI: 10.24235/eduma.v3i1.6

Article Metrics

Abstract view : 2050 times
PDF - 1659 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2022 Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching

toto

slot

SUNDA787

SUNDA787

SUNDA787

SUNDA787

SUNDA787 href="https://www.happycyclist.org/">SUNDA787 Online SITUS SUNDA787SUNDA787 DaftarSUNDA787 ViralSUNDA787 MaxwinSUNDA787 LoginSUNDA787 Slotslot spadegamingslot onlineslot resmislot hari inislot gacorgacor7selotgacorsitus slotsitus slot gacorslot maxwinslot jackpot maxwin x1000jackpot maxwin x1000judi gameslot shopeepayslot bri onlineslot jackpotslot x500 maxwinslot online terlengkap

slot gacor

slot88

slot online

agen sbobet terpercaya

agen sbobet terpercaya

Login Alternatif 3DSbobet

slot terpercaya

slot gacor hari ini

link slot thailand

slot gacor

slot gacor

situs slot gacor

slot online

maxslot88

slot

demo slot

binus4d

slot88

slot demo

slot gacor

slot gacor

sendok88

toto slot

slot

idnslot

kadang pemahaman baru muncul setelah mahjong ways dijalani pelan mahjong ways sering terlihat berbeda ketika fokus berubah bukan soal cepat atau lambat mahjong ways mengajak membaca alur di tengah permainan yang mengalir mahjong ways menyimpan makna mahjong ways akhirnya dipahami sebagai proses yang berlapis persepsi sering berubah setelah mahjong wins dilihat lebih dalam mahjong wins kadang dipahami dari cara berpikir bukan hasil ada alur tenang yang terbentuk saat mahjong wins dibiarkan mengalir mahjong wins muncul dalam bentuk pengalaman bukan kejutan dari sudut yang jarang diperhatikan mahjong wins terasa nyata ada banyak cara memaknai rtp tergantung sudut pandang pengamat dalam pengamatan jangka panjang rtp memiliki cerita sendiri di balik angka rtp terkadang tersimpan pola pemahaman melihat rtp sebagai bagian dari gambaran yang lebih besar rtp bukan sekadar rujukan namun bagian dari proses berpikir rtp kerap muncul dalam diskusi saat pengalaman mulai dibandingkan rtp menjadi menarik saat dibaca tanpa ekspektasi berlebihan rtp sering dipahami berbeda ketika konteksnya ikut diperhatikan rtp terasa berbeda ketika dilihat dalam alur yang utuh rtp tidak selalu berbicara angka kadang soal pola pikir

slot gacor hari ini

Petugas Administrasi Rumah Sakit Pekanbaru Temukan Celah Cuan Lewat Game Big Bass Bonanza

Yuantoto

LGO234

Slot Gacor

<a style="visibility: hid