Learning Patterns of Deaf Students in Islamic Religious Studies

Moh. Irsyad Fahmi MR(1*), Khabibur Rohman(2),


(1) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
(2) IAIN Tulungagung
(*) Corresponding Author

Abstract


Abstract

This research is intended to learning patterns of deaf students in Islamic Religious Studies (IRS) class at the elementary school level, determine the preparation of students, and identify the factors that support and hinder the learning process. The method used in this research is qualitative, with a case study approach. Data was collected using the interview and documentation approaches. Data analysis involved content analysis. The study finds that deaf students follow traditional learning patterns, in which teachers are equipped with materials, tools, and media that can be used to convey abstract ideas. In such a learning pattern, teachers play the most important role in determining content and methods to enable students to follow the lessons. Factors supporting the learning process include parent concern and teacher cooperation. A major factor hindering the learning process, meanwhile, is students' limited linguistic abilities, as a result of which they have difficulty understanding the lessons.

Keywords: deaf, learning patterns, special education.

Abstrak

Penelitian ini dimaksudkan untuk menguraikan pola pembelajaran siswa tunarungu di kelas Pendidikan Agama Islam (PAI) pada tingkat sekolah dasar, memahami persiapan siswa, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Penelitian ini menemukan bahwa siswa tunarungu masih mengikuti pola pembelajaran tradisional, di mana guru dengan menggunakan bahan, alat, dan media menyampaikan ide-ide abstrak. Dalam pola pembelajaran tersebut guru memainkan peran paling penting dalam menentukan konten dan metode yang memungkinkan siswa untuk mengikuti pelajaran. Faktor pendukung proses pembelajaran meliputi perhatian orang tua dan kerjasama guru. Faktor utama yang menghambat proses belajar adalah kemampuan linguistik siswa yang terbatas, sehingga mereka mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran.

Kata kunci: tunarungu, pola pembelajaran, pendidikan khusus.

Full Text:

PDF

References


Aulia, R. (2012). Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman pada Anak Tunarungu. Jurnal E-Jupekhu, 1(2), 347-357.

Bern, R. M. (2004). Child, family, community. 6th ed. United States: Wadswoth.

Djamarah, S. B. (2011). Psikologi belajar [The psychology of learning]. Jakarta: Rineka Cipta.

Effendi, M. (2008). Pengantar psikopedagogik anak berkelainan [An introduction to the psychopedagogy of children with specialneeds]. 2nd ed. Jakarta: Bumi Aksara.

Endedijk, M. D. (2014). Student Teachers’ Learning Patterns in School-based Teacher Education Programmes: The Influence of Person, Context and Time. Routledge.

Filina, Z. (2013). Efektifitas Metode Role Playing untuk Meningkatkan Kosakata Anak Tunarungu. Jurnal E-Jupekhu. 1(1), 311-318.

Fusick, L. (2008). Serving clients with hearing loss: best practices in mental health counseling. Journal of Counseling and Development, 86(1), 102

Haenudin. (2013). Pendidikan anak berkebutuhan khusus tunarungu [Educating children with special needs/deafness]. Jakarta: Luxima.

Hancock, D.R. & Algozzine, B. (2006). Doing case study research: a practical guide for beginning researchers. New York and London: Teacher College Columbia University.

Kurniasari, N., D. (2015). Pola Pembelajaran dan Pengasuhan Pendidikan Anak Usia Dini di PAUD Madura. Jurnal Komunikasi. 9(2), 113-118

Linawati, R. (2012). Penerapan Metode Mathernal Reflektif Dalam Pembelajaran Berbahasa Pada Anak Tunarungu Di Kelas Persiapan SLB Negeri Semarang. Journal of Early Childhood Education Papers, 1: 1-7.

MacAllister, J. & Riddell, S. (2019). Realising the educational rights of children with special and additional support needs: paradigm change or more of the same?. International Journal of Inclusive Education. 23(5), 2

Malatista, R., & Sediyono, E. (2010). Model Pembelajaran Matematika untuk Siswa Kelas IV SDLB Penyandang Tunarungu dan Wicara dengan Metode Komtal Berbantuan Komputer. JURNAL INFORMATIKA, 7(1), 7-26.

Marzal, J. (2014).Desain Media Pembelajaran Bahasa Inggris Untuk Siswa Tunarungu Berbantuan Teknologi Informasi Dan Komunikasi. Jurnal Tekno-Pedagogi, 4(2), 32-44.

Moleong, L.J. (2010). Metodologi penelitian kualitatif [Qualitative research methods]. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Poerwandari, K. (2009). Pendekatan kualitatif [The qualitative approach]. 3rd ed. Depok: LPSP3, Universitas Indonesia.

Rohman, K. (2016). Optimalisasi Pendidikan Humanistik di Sekolah Dasar; Studi Multisitus di SD Insan Mulia Surabaya dan SDS Wahidiyah Tulungagung. Jurnal Dinamika Penelitian; Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan, 16(1)

Rusman. (2013). Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Pers

Sadler, P. M., Sonnert, G., Coyle, H. P., Cook-Smith, N., & Miller, J. L. (2013). The influence of teachers’ knowledge on student learning in middle school physical science classrooms. American Educational Research Journal, 50(5), 1020-1049.

Slameto. (2010). Belajar dan factor-faktor yang mempengaruhi [Learning and the factors that influence it]. Jakarta: Rineka Cipta.

Smith, D. J. (2010). Inklusi sekolah ramah untuk semua [Inclusive schools: friendly to all]. Bandung: Nuansa.

Solikhatun, Y. U. (2013). Penyesuaian Sosial Pada Penyandang Tunarungu di SLB Negeri Semarang. Educational Psychology Journal, 2(1).

Sugiarti, S. (2015). Upaya Meningkatkan Kosa Kata Anak TunarunguMelalui Media Variasi Gambar pada Siswa Kelas V/B di SLB Negeri Surakarta. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, 254-250.

Sugiyono. (2015). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D [Quantitative, qualitative, and R&D research methods]. Bandung: Alfabeta.

Utina, S.S. (2014). Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Jurnal

Manajemen Pendidikan Islam, 2(1), 72-78.

Wijoyo, A. (2018). Pengaruh Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Multimedia Pembelajaran Interaktif untuk Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas. Jurnal Informatika. 3(1), 45-55

Winarsih, M. (2017). Intervensi dini bagi anak tunarungu dalam pemerolehan bahasa [Early intervention for deaf students in language learning]. Jakarta: Department of National Education.

Yuniati, Y. (2011). Pengembangan Perangkat Lunak Pembelajaran Bahasa Isyarat bagi Penderita Tunarungu Wicara. Jurnal Genric, 6(1), 29-32.




DOI: http://dx.doi.org/10.24235/al.ibtida.snj.v6i1.3821

Article Metrics

Abstract view : 54 times
PDF - 30 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




AL IBTIDA Journal Indexed By:

      

 

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats