Living Qur'an as a Model of Islamic Basic Education in the Industrial Era 4.0

Muhammad Shaleh Assingkily(1*),


(1) Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Abstract

The industrial era 4.0 has an impact on all aspects of life, including the aspect of education. This makes the stakeholder of education who initially puts forward cognitive aspects in the purpose of education, turns to strengthen the potentials and characters of children. One of alternatives that arises is contextualizing the Qur'an early on to the child. This article aims to study the learning activities of the tahfidh and tahsin programs applied at MI Nurul Ummah. The formulation of the problem in this research is how the living Qur'an effort at MI Nurul Ummah as a model of Islam basic education in the era of industry 4.0 is implemented. This study used a qualitative approach with two settings of activities, including the application of the tahfidh program and the tahsin al-Qur'an at MI Nurul Ummah. To get the required data relating to the focus of the research, observations, interviews, and documentation were conducted. Furthermore, data analysis is done through data reduction techniques, data presentation, and conclusions. The results of this study indicate that living qur'an efforts have been carried out at MI Nurul Ummah and can be considered as a model of basic education in the era of industry 4.0. This can be seen from the development and strengthening of children's character through concrete efforts in the form of: madrasa routines, supervisory activities, adequate time allocation, qualified educators, and intense communication with parents of students.

Keywords: living Qur’an, tahfidh and tahsin, the era of industry 4.0

Abstrak

Era industri 4.0 berdampak kepada seluruh aspek kehidupan, tidak terkecuali aspek pendidikan. Hal ini menjadikan para pemerhati pendidikan yang semula mengedepankan aspek kognitif dalam tujuan pendidikan, beralih kepada penguatan potensi dan karakter anak. Salah satu alternatif yang muncul yakni dengan mengkontekstualisasikan al-Qur’an sejak dini kepada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya kontekstualisasi al-Qur’an melalui pembelajaran program tahfidh dan tahsin yang diterapkan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Ummah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan latar kegiatan yaitu penerapan program tahfidh dan tahsin al-Qur’an di MI Nurul Ummah. Untuk mendapatkan data yang diperlukan berkenaan dengan fokus penelitian maka dilakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, analisis data dilakukan melalui teknik reduksi data, penyajian data, dan simpulan. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya living qur’an telah dilaksanakan di MI Nurul Ummah dan dipandang recommended sebagai model pendidikan dasar Islam di era industri 4.0, hal ini terlihat dari pengembangan dan penguatan karakter anak melalui upaya konkrit berupa: rutinitas madrasah, kegiatan pengawasan, alokasi waktu yang memadai, tenaga pendidik yang qualified, dan komunikasi intens dengan orangtua siswa.

Kata kunci: living Qur’an, tahfidh dan tahsin, era industri 4.0


Full Text:

PDF

References


Al-Qur’an al-Karim. (2009). Al-Qur’an Terjemah dan Asbabun Nuzul: Al-Malik (The Brave). Surakarta: CV. Al-Hanan.

Ali, M. (2015). Kajian Naskah dan Kajian Living Qur’an dan Living Hadis. Journal of Qur’an and Hadith Studies, 4(2), 147–167.

Alia, T., & Irwansyah, I. (2018). Pendampingan Orang Tua pada Anak Usia Dinidalam Penggunaan Teknologi Digital. Polyglot: Jurnal Ilmiah, 14(1), 65–78. http://dx.doi.org/10.19166/pji.v14i1.639

Atabik, A. (2014). The Living Qur’an: Potret Budaya Tahfiz Al-Qur’an di Nusantara. Jurnal Penelitian, 8(1), 161–178. http://dx.doi.org/10.21043/jupe.v8i1.1346

Eldeeb, I. (2009). Be A Living Qur’an. Jakarta: Lentera Hati.

Gazali, E. (2018). Pesantren di Antara Generasi Alfa dan Tantangan Dunia Pendidikan Era Revolusi Industri 4.0. Oasis: Jurnal Ilmiah Kajian Islam, 2(2), 94–109.

Ghazali, S. M. (1997). Berdialog dengan Al-Qur’an (Terj: Masykur Hakim dan Ubaidillah). Bandung: Mizan.

Hafiz, A. (2015). Pengembangan Buku Ajar Berbasis AlQur’an dan Hadis. Muallimuna: Jurnal Madrasah Ibtidaiyah, 1(1), 29–42. http://dx.doi.org/10.31602/muallimuna.v1i1.273

Hamam, F. (2011). Mencium dan Nyunggi Al-Qur’an: Upaya Pengembangan Kajian Al-Qur’an Melalui Living Qur’an. Suhuf, 4(1).

Iswan, I., & Herwina, H. (2018). Penguatan Pendidikan Karakter Perspektif Islam dalam Era Millenial IR. 4.0. Membangun Sinergitas Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Pada Era IR 4.0, 21–42. Jakarta: Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Khoirunnisa, L. (2017). Hubungan Antara Kebiasaan Membaca Asmaul Husna dengan Kecerdasan Emosional Siswa Kelas XI MA Nurul Ummah Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 14(1), 51–68. https://doi.org/10.14421/jpai.2017.141-04

Mansyur, M., & et al. (2007). Metodologi Penelitian Living Qur’an & Hadis (1st ed.; S. Syamsuddin, ed.). Yogyakarta: TERAS.

Muhtador, M. (2014). Pemaknaan Ayat Al-Qur’an dalam Mujahadah: Studi Living Qur’an di PP Al-Munawwir Krapyak Komplek Al-Kandiyas. Jurnal Penelitian, 8(1), 93–112.

Munirah, M. (2017). Memorizing TheQur’anasBanjareseBride-Price(A Study of Living Qur’an and Hadith. Ulumuna, 21(2), 278–297. https://doi.org/10.20414/ujis.v21i2.319

Murni, D. (2016). Paradigma Umat Beragama Tentang Living Qur’an: Menautkan antara Teks dan Tradisi Masyarakat. Jurnal Syahadah, 4(2), 73–86. http://dx.doi.org/10.32520/syhd.v4i2.120

Mustaidah, M. (2016). Upaya Meningkatkan Kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) dengan Menggunakan Metode Yanbu’a. Attarbiyah: Journal of Islamic Culture and Education, 1(1), 1–28. https://doi.org/10.18326/attarbiyah.v1i1.1-28

Nurfuadah, H., Junaedi, D., & Umayah, U. (2017). Living Qur’an: Resepsi Komunitas Muslim pada AlQur’an Studi Kasus di Pondok Pesantren at-Tarbiyyatul Wathoniyyah Desa Mertapada Kulon, Kec. Astatana Japura, Kab. Cirebon. Diya Al-Afkar, 5(1), 1–14. http://dx.doi.org/10.24235/sqh.v5i01.3769

Priatmoko, S. (2018). Memperkuat Eksistensi Pendidikan Islam di Era 4.0. TA’LIM: Jurnal Studi Pendidikan Islam, 1(2), 1–19.

Qudsy, S. Z. (2016). Living Hadis: Genealogi, Teori, dan Aplikasi. Jurnal Living Hadis, 1(1), 177–196.

Rahman, S. (2016). Living Qur’an: Studi Kasus Pembacaan al-Ma’tsurat di Pesantren Khalid Bin Walid Pasir Pengaraian Kab. Rokan Hulu. Jurnal Syahadah, 4(2), 49–71. http://dx.doi.org/10.32495/.v4i2.119

Rahman R, A. (2011). Memahami Esensi Asmaul Husna dalam Al-Qur’an: Implementasinya Sebagai Ibadah dalam Kehidupan. Jurnal Adabiyah, 11(2), 150–166.

Sa’diyah, M. (2018). Islam and Local Culture: Living Qur’anic Studies in The Ngeruwat Bumi Culture in Balung Village. Nuansa, 15(2), 321–332. http://dx.doi.org/10.19105/nuansa.v15i2.2061

Shri Ahimsa-Putra, H. (2012). The Living Qur’an: Beberapa Perspektif Antropologi. Walisongo, 10(1), 235–260.

Suwardana, H. (2017). Revolusi Industri 4.0 Berbasis Revolusi Mental. JATI UNIK, 1(2), 102–110.

Unantenne, N. (2014). Mobile Device Usage Among Young Kids: A Southeast Asia Study. In The Asian Parent Insight. Retrieved from https://s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/tap-sg-media/theAsianparent+Insights+Device+Usage+A+Southeast+Asia+Study+November+2014.pdf

Webster, F. (2006). Theories of The Information Society. In Routledge.

Yusri, D., & Amaruddin, A. (2016). Living Qur’an: Tradisi Yasinan Masyarakat Desa Tualang Kabupaten Langkat, Medan, Sumatera Utara. Jurnal Syahadah, 4(2), 35–47. http://dx.doi.org/10.32495/.v4i2.118




DOI: http://dx.doi.org/10.24235/al.ibtida.snj.v6i1.3876

Article Metrics

Abstract view : 56 times
PDF - 153 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




AL IBTIDA Journal Indexed By:

      

 

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats