The functions and varieties of interrogative sentences (istifhām) from the perspective of ma‘ānī
(1) Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
(2) Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
(*) Corresponding Author
Abstract
Artikel ini membahas fungsi dan ragam kalimat istifhām (kalimat tanya) dalam perspektif ilmu ma‘ānī sebagai salah satu cabang utama ilmu balaghah. Kalimat istifhām pada umumnya dipahami sebagai sarana untuk memperoleh informasi, namun dalam kajian ilmu ma‘ānī, istifhām juga memiliki beragam fungsi retoris yang melampaui makna literalnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kedudukan kalimat istifhām dalam ilmu ma‘ānī, mengidentifikasi alat dan bentuk istifhām dalam bahasa Arab, menganalisis fungsi-fungsi retorisnya, serta menunjukkan penerapannya dalam teks-teks Arab klasik, khususnya Al-Qur’an dan puisi klasik. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kalimat istifhām tidak hanya berfungsi sebagai pertanyaan informatif, tetapi juga sebagai perangkat retoris yang mengandung makna penegasan (taqrīr), celaan (taubīkh), pengagungan (ta‘ẓīm), peremehan (taḥqīr), keheranan (ta‘jīb), perintah (amr), larangan (nahy), dan harapan yang mustahil (tamannī). Fungsi-fungsi tersebut menunjukkan kekayaan pragmatik dan stilistika bahasa Arab. Pemahaman terhadap dimensi retoris istifhām sangat penting dalam penafsiran teks Arab klasik dan dalam mengapresiasi keindahan serta kedalaman ekspresi bahasa Arab.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Al-Jurjānī, ʿAbd al-Qāhir. (2007). Dalā’il al-Iʿjāz. Kairo: Dār al-Maʿārif.
As-Sakkākī, Abū Yaʿqūb. (1987). Miftāḥ al-ʿUlūm. Beirut: Dār al-Kutub al-ʿIlmiyyah.
Az-Zamakhsharī, Maḥmūd. (2009). Al-Kashshāf ʿan Ḥaqā’iq Ghawāmiḍ al-Tanzīl. Beirut: Dār al-Maʿrifah.
Gani, S. (2024). Tujuan penggunaan kalimat interogatif (al-istifhām) dalam Al-Qur’an: Analisis balāghah. A Jamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab, 13(1), 348–359. https://doi.org/10.31314/ajamiy.13.1.348-359.2024
Ibn Yaʿīsh. (2001). Sharḥ al-Mufaṣṣal. Beirut: Dār al-Kutub al-ʿIlmiyyah.
Lisana, N., Busri, H., & Irawati, R. P. (2021). Kata tanya (istifhām) dalam Al-Qur’an juz 20 (analisis semantik). Lisanul Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching, 10(1), 15–22. https://doi.org/10.15294/la.v10i1.48178
Maulana, M. E. (2022). Istifhām dalam Surah Al-Qiyāmah: Suatu kajian kebahasaan. KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin, 12(1), 80–99. https://doi.org/10.36781/kaca.v12i1.185
Murjani, M. (2022). Negasi (an-nafy) dan interogasi (al-istifhām) dalam penafsiran Al-Qur’an. Mushaf Journal: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Hadis, 2(3), 255–262. https://doi.org/10.54443/mushaf.v2i3.41
Ramadani, L. M., & Ishaac, M. (2024). Telaah perangkat dan makna istifhām dalam Al-Qur’an perspektif moralitas dan teologi Islam kontemporer. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur’an dan Hadits, 2(1), 45–60. https://doi.org/10.35931/am.v2i1.4048
Yulizar, M. A. (2021). Uslub hamzah istifhām sebagai salah satu bentuk dialektika dialogis Al-Qur’an. Al-Fathin: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab, 4(2), 229–243. https://doi.org/10.32332/al-fathin.v4i02.4084
DOI: 10.24235/ibtikar.v14i2.23510
Article Metrics
Abstract view : 0 timesPDF - 0 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Alifiyah Hamidah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







2.png)


