DINAMIKA KOMUNIKASI PUBLIK: CANCEL CULTURE DAN FIGUR AGAMA DI MEDIA SOSIAL

Rifki Alanudin(1*), Nanang Trenggono(2), Ibrahim Besar(3), Abdul Firman Ashaf(4), Purwanto Putra(5),


(1) 
(2) 
(3) 
(4) 
(5) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika komunikasi dalam praktik cancel culture terhadap tokoh agama, dengan fokus pada bagaimana wacana publik terbentuk, disebarkan, dan dimaknai dalam konteks media sosial. Kasus viral Gus Miftah digunakan sebagai contoh untuk melihat bagaimana komentar, tagar, dan narasi publik menciptakan tekanan moral yang memengaruhi persepsi terhadap otoritas religius di ruang digital. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menerapkan Analisis Wacana Kritis (AWK) Fairclough serta teori mediatisasi agama dan konvergensi simbolik. Data dikumpulkan melalui observasi daring pada twitter/X, tikTok, instagram, dan portal berita, dengan 100 item digital sebagai sumber analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cancel culture bekerja melalui lima kategori wacana utama: kritik moral, seruan boikot, satire, delegitimasi simbolik, dan komentar netral. Bahasa yang digunakan publik mencerminkan afeksi kolektif yang membentuk solidaritas moral baru, sementara algoritma platform memperkuat wacana dominan melalui visibilitas dan viralitas. Temuan menegaskan adanya pergeseran legitimasi dari institusi religius menuju komunitas digital yang lebih partisipatif. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa tokoh agama semakin bergantung pada logika media dan persepsi publik dalam menjaga kredibilitas. Studi ini berkontribusi pada bidang komunikasi dan kajian media digital, terutama pada pemahaman mengenai transformasi otoritas moral di era digital. Penelitian menyimpulkan bahwa cancel culture merupakan mekanisme kontrol sosial baru yang berpotensi memperkuat atau melemahkan posisi simbolik tokoh agama.


Keywords


Cancel Culture; Tokoh Agama; Komunikasi Digital; Analisis Wacana Kritis; Legitimasi Simbolik.

Full Text:

PDF

References


Arimbawa, I Komang Suastika, Anggy Paramitha Sari, Ni Nyoman, Universitas Hindu, Negeri I Gusti, and Bagus Sugriwa. 2024. “TANTANGAN PEMUKA AGAMA SEBAGAI MEDIATOR UTARA Masyarakat Hindu Di Desa Duda Utara Memiliki Keterikatan Yang Kuat” 15 (September): 218–29.

Azizah, Reza. 2024. “Representasi Konsep HabluminaAllah Dan Habluminannas Dalam Filosofi Udeng Seribu Obor Komunitas Masyarakat Samin Margomulyo, Bojonegoro” 10 (2): 1–23.

Bantugan, Brian, Cherilyn Abayon, Nicole Baylon, Grant Hilario, Natasia Roquim, and Lee Anne. 2025. “Selected Students ’ Perceptions and Attitudes on Cancel Culture : Reflections on Public Opinion , Attribution Theory , Compassionate Education , and Restorative Justice,” no. February. https://doi.org/10.47772/IJRISS.

Bhat, Prashanth, Sreya Mitra, and Nanditha Narayanamoorthy. 2025. “Bollywood and Cultural Contestation: Examination of Digital Mobilization Against the Hindi Film Industry.” Journal of International and Intercultural Communication 18 (2): 105–29. https://doi.org/10.1080/17513057.2025.2478255.

D. Clark, Meredith. 2020. “DRAG THEM: A Brief Etymology of so-Called ‘Cancel Culture.’” Communication and the Public 5 (3–4): 88–92. https://doi.org/10.1177/2057047320961562.

Dhoest, Alexander. 2025. “Them! Ingroup-Outgroup Dynamics in Flemish Anti-Woke Discourses on X.” Discourse, Context & Media 65 (100886). https://doi.org/10.1016/j.dcm.2025.100886.

Fadhilah, Ninda Nurul. 2024. “FENOMENA CANCEL CULTURE DI PLATFORM ‘ X ’: PENGHAKIMAN PUBLIK DALAM RUANG DIGITAL” 01 (02): 28–35.

Fakhruroji, Moch. 2021. Mediatisasi agama : Konsep, Kasus, Dan Implikasi. Bandung: LEKKAS.

Fauzan, Umar. 2016. ANALISIS WACANA KRITIS Menguak Ideologi Dalam Wacana. 1st ed. Yogyakarta: Idea Press.

Firdaus, Muhammad Riyyan, Mohamad Dindin, and Hamam Sidik. 2024. “Constructing Religious Legitimacy in the Digital Public Sphere : A Study of Islamic Discourse on Social Media Abstrak” 6 (2): 85–110. https://doi.org/10.15575/kt.v6i2.33173.

Haryatmoko. 2019. Critical Discourse Analysis (Analisis Wacana Kritis) : Landasan Teori, Metodologi, Dan Penerapan. 3rd ed. Depok: Rajawali Pers.

Hjarvard, Stig. 2011. “Culture and Religion : An The Mediatisation of Religion : Theorising Religion , Media and Social Change,” no. January 2013, 37–41. https://doi.org/10.1080/14755610.2011.579719.

Intan, Theresia, Putri Hartiana, Agatha Winda Setyarinata, and Yuli Nugraheni. 2020. “Citra Politik Susilo Bambang Yudhoyono Dan Joko Widodo Di Media Sosial” 4 (2): 155–73.

Irwanto, Irwanto, Tuti Bahfiarti, and Andi Alimuddin Unde. 2025. “Digital Transformation of Youth Violence in Indonesia: New Responsibilities and Social Negotiations in the Digital Age.” Frontiers in Communication 10 (April): 1–7. https://doi.org/10.3389/fcomm.2025.1576389.

Liputan 6. 2024. “Komentar Menohok Soal Viralnya Candaan Gus Miftah Ke Penjual Es Teh Keliling.” https://www.liputan6.com/hot/read/5818473/komentar-menohok-soal-viralnya-candaan-gus-miftah-ke-penjual-es-teh-keliling?page=3.

Littlejohn, S. W, K. A Foss, and J. G Oetzel. 2017. Theories of Human Communication. 11th ed. USA: Waveland Press.

Ng, Eve. 2020. “No Grand Pronouncements Here..: Reflections on Cancel Culture and Digital Media Participation.” Television and New Media 21 (6): 621–27. https://doi.org/10.1177/1527476420918828.

Papacharissi, Zizi. 2016. “Affective Publics and Structures of Storytelling: Sentiment, Events and Mediality.” Information Communication and Society 19 (3): 307–24. https://doi.org/10.1080/1369118X.2015.1109697.

Purnamasari, Novita Ika. 2022. “Cancel Culture: Dilema Ruang Publik Dan Kuasa Netizen.” Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi 6 (2): 137–49. https://doi.org/10.35760/mkm.2022.v6i2.7719.

Suara.com. 2025. “Cancel Culture Dimulai? 4 Brand Ini Memutus Kontrak Jule Imbas Isu Selingkuhi Na Daehoon.” Suara.Com. 2025. https://www.suara.com/lifestyle/2025/10/22/113233/cancel-culture-dimulai-4-brand-ini-memutus-kontrak-jule-imbas-isu-selingkuhi-na-daehoon?

Tempo. 2025. “Profil Abidzar Al-Ghifari, Pemain Film A Business Proposal Yang Jadi Sorotan.” Tempo. 2025. https://www.tempo.co/hiburan/profil-abidzar-al-ghifari-pemain-film-a-business-proposal-yang-jadi-sorotan-1205282.




DOI: 10.24235/orasi.v16i2.22342

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Rifki Alanudin, Nanang Trenggono, Ibrahim Besar, Abdul Firman Ashaf, Purwanto Putra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Orasi indexed by:

   

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.